MBG Berhasil Dongkrak Ekonomi Desa, Prabowo: Uang Beredar Capai Rp10,8 Miliar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Mei 2026, 19:38
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis & Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto saat peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). (Foto: Dok/Istimewa/Bakom RI) Presiden Prabowo Subianto saat peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). (Foto: Dok/Istimewa/Bakom RI)

Ntvnews.id, Nganjuk - Presiden Prabowo Subianto menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi penggerak baru ekonomi desa dengan menciptakan perputaran uang hingga Rp10,8 miliar per tahun di setiap desa. 

Menurutnya, angka tersebut jauh lebih besar dibanding dana desa yang sebelumnya rata-rata sekitar Rp1 miliar.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan pada peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).

Menurut Presiden, dampak MBG tidak hanya menyasar pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menghidupkan rantai ekonomi desa, mulai dari petani, peternak, hingga pelaku UMKM lokal.

“Kita bikin MBG. Mendasar. Artinya adalah bahwa tiap hari di desa beredar uang," ujar Prabowo.

Dalam paparannya, Presiden menghitung potensi perputaran ekonomi dari pelaksanaan MBG di tingkat desa. Dengan asumsi 3.000 penerima manfaat dan nilai Rp15 ribu per porsi, uang yang beredar setiap hari dapat mencapai Rp45 juta.

"Rp15.000 kali 3.000, Rp45 juta tiap hari," katanya.

Prabowo menjelaskan, jika dihitung selama 20 hari dalam satu bulan, maka total uang yang beredar mencapai sekitar Rp900 juta per bulan atau Rp10,8 miliar dalam setahun.

"Sebelum ada MBG, kita kirim Rp1 miliar dana desa. Dengan MBG, kita tambah sekitar Rp10 miliar," ungkapnya.

Menurut Prabowo, perputaran ekonomi tersebut akan langsung dirasakan masyarakat desa karena kebutuhan pangan dipasok dari lingkungan sekitar.

"Di satu desa ada Rp10,8 miliar yang beredar. Artinya, peternak lele bisa menjual hasilnya, petani bawang merah bisa terjual, pembuat tempe mendapat pembeli, penjual telur juga hidup. Semua produsen di desa itu bergerak," ungkapnya.

Presiden menilai skema tersebut sekaligus mampu memangkas biaya logistik karena pasar tersedia langsung di desa masing-masing.

"Dan kita bisa memangkas biaya logistik. Tidak perlu jauh-jauh ke pasar, karena pasarnya ada di desa sendiri. Ini adalah dampak dari MBG. Sekian ratus triliun akan beredar di desa-desa, kelurahan, kabupaten, ratusan triliun," kata Prabowo.

Prabowo menegaskan kombinasi Program MBG dengan Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi fondasi kebangkitan ekonomi nasional berbasis kerakyatan.

"MBG ditambah dengan Koperasi Desa Merah Putih ini akan membangkitkan ekonomi kita. Sekarang saya kira secara jujur para kepala desa, para bupati, sudah mulai merasakan. Ke depan akan lebih merasakan," tegasnya.

Meski demikian, Presiden mengakui pelaksanaan program berskala besar tentu menghadapi berbagai tantangan dan persoalan yang harus terus dibenahi.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengingatkan seluruh unsur pemerintahan agar menjaga integritas dan tidak menyalahgunakan kewenangan.

"Pemerintahan saya tidak ragu-ragu. Siapa pun yang melanggar, menyimpang, dan menyalahgunakan kewenangan akan kita tertibkan, kita bersihkan, kita copot dari jabatan," tukas Presiden.

x|close