Bea Cukai Soetta Klarifikasi Viral Penumpang Menangis Saat Bawa Kartu Pokémon dari Guangzhou

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Mei 2026, 22:12
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis & Editor
Bagikan
Bea Cukai Soekarno-Hatta klarifikasi viral penumpang menangis saat bawa kartu Pokémon dari Guangzhou, China. (Foto: Istimewa) Bea Cukai Soekarno-Hatta klarifikasi viral penumpang menangis saat bawa kartu Pokémon dari Guangzhou, China. (Foto: Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Viral di media sosial, seorang penumpang wanita mengaku menangis usai diperiksa petugas Bea Cukai di Bandara Internasional Soekarno-Hatta karena membawa koleksi kartu dan mainan Pokémon dari Guangzhou, China, pada Rabu (13/5/2026).

Penumpang berinisial JES itu diarahkan ke jalur pemeriksaan red line setelah petugas mendeteksi banyak kartu Pokémon di dalam koper miliknya. Barang tersebut dinilai memiliki potensi nilai jual tinggi sehingga perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam keterangannya, JES mengaku koper miliknya dibongkar untuk pemeriksaan detail. Petugas juga disebut memeriksa invoice pembelian hingga membandingkan harga kartu Pokémon satu per satu melalui internet karena meragukan nilai yang tercantum pada nota.

Menanggapi viralnya kejadian tersebut, Bea Cukai Soekarno-Hatta akhirnya buka suara.

Melalui akun Instagram resmi @bcsoetta, pihak Bea Cukai menjelaskan pemeriksaan dilakukan sesuai aturan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34 Tahun 2025 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Barang yang Dibawa oleh Penumpang dari Awak Sarana Pengangkut, setiap barang impor yang dibawa oleh penumpang wajib diberitahukan kepada petugas Bea dan Cukai untuk dilakukan pemenuhan kewajiban pabean.

"Pada Rabu, 13 Mei 2026, petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta melakukan pemeriksaan atas bagasi penumpang atas nama inisial JES yang tiba dari luar negeri. Pemeriksaan dilakukan sebagai tindak lanjut atas indikasi citra X-Ray yang menunjukkan adanya kartu Pokémon dalam jumlah yang banyak di dalam koper penumpang," tulis pernyataan tersebut, dikutip Sabtu (16/5/2026).

Bea Cukai menjelaskan, setiap penumpang memang mendapatkan fasilitas pembebasan bea masuk hingga US$500 untuk barang pribadi.

Namun, fasilitas tersebut tidak berlaku apabila barang bawaan terindikasi sebagai barang dagangan atau commercial goods.

Menurut Bea Cukai, pemeriksaan mendalam dilakukan karena sistem manajemen risiko mendeteksi dugaan aktivitas jasa titipan (jastip).

Indikasi tersebut muncul dari frekuensi perjalanan luar negeri yang cukup tinggi dalam waktu berdekatan, ditambah pemantauan aktivitas penawaran barang luar negeri di media sosial milik penumpang.

Dari hasil pemeriksaan, JES diketahui membawa kartu Pokémon dalam jumlah signifikan. Petugas kemudian melakukan verifikasi untuk memastikan status barang tersebut, termasuk mencocokkan bukti pembelian dan tujuan penggunaan barang.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Bea Cukai Soekarno-Hatta (@bcsoetta)

"Perlu diketahui, harga satu kartu Pokémon bisa mencapai Rp100 ribu hingga Rp100 juta, bahkan ada yang bernilai sampai Rp1,5 miliar," lanjut pernyataan tersebut.

Dalam proses klarifikasi, JES menyatakan seluruh barang tersebut merupakan oleh-oleh dan hadiah untuk anaknya, bukan untuk dijual kembali.

Setelah dilakukan verifikasi data dan dokumen pembelian, petugas akhirnya menyimpulkan barang tersebut termasuk kategori barang pribadi.

Karena itu, seluruh barang bawaan dibebaskan dari bea masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI), sehingga penumpang diperbolehkan melanjutkan perjalanan tanpa dikenakan pungutan tambahan.

Bea Cukai juga membantah narasi yang menyebut petugas melakukan intimidasi hingga membuat penumpang menangis.

"Terkait narasi yang beradar penumpang menangis akibat tindakan intimidasi, narasi tersebut tidak benar. Dalam melaksanakan ketentuan perundang-undangan kepabeanan kami selalu mengedepankan integritas, profesionalisme serta menghormati hak dan kewajiban setiap warga negara," tutup pernytaan tersebut.

Sebelumnya, JES menceritakan pengalamannya saat tiba dari Guangzhou bersama suaminya usai berlibur. Dia mengaku langsung diarahkan ke jalur red line setelah mengambil bagasi.

Menurut pengakuannya, koper besar hingga koper kabin diperiksa satu per satu. Dia menyebut sekitar 90 persen isi koper kabinnya merupakan kartu Pokémon dan stiker yang dibeli sebagai oleh-oleh untuk sang anak.

Selain memeriksa barang bawaan, petugas juga sempat menanyakan detail perjalanan mulai dari tujuan keberangkatan, durasi perjalanan, hingga aktivitas selama berada di China.

JES membantah tudingan kartu Pokémon yang dibawanya bernilai fantastis hingga ratusan juta rupiah. Dia bahkan menunjukkan foto saat membeli barang tersebut di pasar.

Meski akhirnya diperbolehkan membawa pulang seluruh barangnya, JES mengaku sempat menangis karena proses pemeriksaan berlangsung cukup lama.

 

x|close