Ntvnews.id, Jakarta - Israel menanggapi gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas dalam misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan dengan membuka kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk Hizbullah. Dalam pernyataannya, militer Israel menegaskan bahwa penyebab insiden tersebut masih dalam proses peninjauan.
"Insiden-insiden tersebut sedang ditinjau secara menyeluruh untuk mengklarifikasi keadaan dan menentukan apakah insiden tersebut diakibatkan oleh aktivitas Hizbullah atau aktivitas IDF," tulis militer Israel di Telegram, dilansir kantor berita AFP, Selasa (31/3).
Pernyataan tersebut secara langsung menempatkan Hizbullah sebagai salah satu pihak yang diduga berperan dalam insiden yang menewaskan prajurit TNI. Israel juga menekankan bahwa lokasi kejadian merupakan wilayah dengan intensitas konflik tinggi.
Baca Juga: 24 Tahun di Korea, WNI Ungkap Kekaguman Kepemimpinan Prabowo: Mengayomi Diaspora
"Perlu dicatat bahwa insiden-insiden ini terjadi di area pertempuran aktif, di mana mereka beroperasi melawan kelompok Hizbullah yang didukung Iran," imbuh unggahan militer Israel tersebut.
Dengan kondisi tersebut, Israel meminta agar tidak ada kesimpulan dini terkait pihak yang bertanggung jawab atas insiden yang melibatkan pasukan UNIFIL.
"Oleh karena itu, tidak boleh diasumsikan bahwa insiden di mana tentara UNIFIL terluka disebabkan oleh IDF," katanya, merujuk pada Pasukan Interim PBB di Lebanon (UNIFIL).
Insiden ini menyebabkan tiga prajurit TNI yang bertugas di Lebanon meninggal dunia. Dua prajurit gugur setelah sebuah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL, sebagaimana disampaikan oleh PBB.
Baca Juga: Pelatih Bulgaria Puji Permainan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Sementara itu, satu prajurit lainnya meninggal lebih dahulu pada Minggu (29/03), akibat serangan artileri yang menghantam posisi kontingen Indonesia di Adshit al-Qusyar, Lebanon Selatan.
Ketiga prajurit yang gugur adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan bahwa dua prajurit gugur saat menjalankan tugas pengawalan kendaraan UNIFIL. Ledakan terjadi ketika mereka dalam perjalanan menuju titik tertentu.
"Terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya prajurit," kata Aulia dilansir Antara.
Tentara Israel Usir 3 Rumah Warga Palestina untuk Dijadikan Barak Militer (ANTARA)