Prancis Kecam Serangan Israel ke Pasukan UNIFIL, Desak Rapat Darurat DK PBB

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Apr 2026, 08:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi- Bendera Prancis Ilustrasi- Bendera Prancis (Antara)

Ntvnews.id, Paris - Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, pada Senin (30 Maret 2026) mengecam keras serangan terbaru Israel terhadap pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon. Ia juga menyerukan agar Dewan Keamanan PBB segera menggelar pertemuan darurat.

“Prancis mengutuk sekeras-kerasnya penembakan yang menyebabkan kematian seorang penjaga perdamaian UNIFIL Indonesia pada 29 Maret dan melukai tiga anggota Pasukan lainnya, serta ledakan yang menyebabkan kematian dua penjaga perdamaian Indonesia lainnya pada 30 Maret dan melukai dua anggota Pasukan lainnya,” kata Menlu Barrot dalam pernyataan melalui X.

Ia menegaskan bahwa serangan di sekitar posisi pasukan penjaga perdamaian tidak dapat dibenarkan. Prancis juga menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban serta solidaritas kepada Indonesia, sekaligus mendoakan pemulihan bagi personel yang terluka.

“Serangan semacam itu di sekitar posisi penjaga perdamaian tidak dapat diterima dan tidak dapat dibenarkan. Prancis menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga para penjaga perdamaian yang gugur dan solidaritasnya kepada Indonesia, serta mendoakan kesembuhan yang cepat bagi personel yang terluka. Prancis menyerukan agar kejelasan penuh ditetapkan mengenai keadaan tragedi ini,” kata Menlu Barrot.

Baca Juga: Zinedine Zidane Capai Kesepakatan Lisan latih Timnas Prancis

Selain itu, Barrot turut mengutuk insiden yang melibatkan kontingen Pasukan Sementara PBB di Lebanon, UNIFIL, khususnya dari Prancis di wilayah Naqoura.

“Ancaman terhadap keamanan dan tindakan intimidasi oleh tentara Israel terhadap personel PBB ini tidak dapat diterima dan tidak dapat dibenarkan, terutama karena prosedur dekonflik telah dihormati. Kecaman ini telah disampaikan dengan tegas kepada duta besar Israel di Paris,” ucap Barrot.

Ia juga mendesak semua pihak untuk mematuhi Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 serta menjamin keselamatan seluruh personel PBB yang bertugas di lapangan.

“UNIFIL harus dapat sepenuhnya melaksanakan mandatnya dan menjalankan kebebasan bergerak sepenuhnya,” kata Barrot.

Sementara itu, UNIFIL melaporkan dua penjaga perdamaian tewas pada Senin setelah sebuah ledakan yang belum diketahui asalnya menghancurkan kendaraan mereka di dekat desa Bani Hayyan, Lebanon selatan.

x|close