Puan Maharani: Prajurit TNI Gugur Layak Dapat Penghargaan Negara

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Apr 2026, 11:40
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Tangkapan layar Ketua DPR RI Puan Maharani meminta persetujuan terkait seleksi calon anggota dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan dalam rapat paripurna di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2026). ANTARA/YouTube/TVR Parlemen/Fath Putra Mulya Tangkapan layar Ketua DPR RI Puan Maharani meminta persetujuan terkait seleksi calon anggota dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan dalam rapat paripurna di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2026). ANTARA/YouTube/TVR Parlemen/Fath Putra Mulya (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyatakan bahwa negara patut memberikan penghargaan kepada tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon dalam naungan UNIFIL.

Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026, Puan mendorong pemerintah bersama TNI untuk memberikan penghormatan terbaik, termasuk memastikan seluruh hak para prajurit dipenuhi sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka.

"Ketiga putra terbaik Indonesia tersebut gugur saat menjalankan tugas mulia sebagai penjaga perdamaian dunia. Sudah selayaknya negara memberikan penghargaan sebaik-baiknya atas pengorbanan mereka," ucapnya.

Ia juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya para prajurit tersebut.

Baca Juga: Israel Buka Suara Soal Kematian 3 Prajurit TNI di Lebanon

"Atas nama DPR RI maupun pribadi, saya sampaikan dukacita mendalam atas gugurnya tiga anak bangsa yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan di Lebanon," katanya.

Menurut Puan, pengorbanan para prajurit menunjukkan bahwa peran Indonesia di tingkat internasional tidak hanya diwujudkan melalui diplomasi, tetapi juga melalui keberanian terlibat langsung dalam misi perdamaian di wilayah konflik.

"Kesadaran bahwa perdamaian dunia bukan agenda yang jauh dari kepentingan Indonesia, melainkan bagian dari tanggung jawab yang selalu memiliki konsekuensi nyata," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peristiwa ini harus menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran global mengenai pentingnya menjaga perdamaian dunia, khususnya di tengah konflik geopolitik yang berkepanjangan.

"Perang harus segera dihentikan. Sudah berapa banyak korban berjatuhan demi kekuasaan pihak-pihak tertentu. Perserikatan Bangsa-Bangsa harus berani bertindak tegas," katanya.

Sebelumnya, prajurit TNI Farizal Rhomadhon gugur akibat serangan artileri di sekitar posisi kontingen Indonesia di Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu, 29 Maret 2026.

Baca Juga: TNI Ajukan Permohonan ke LPSK untuk Periksa Aktivis KontraS Andrie Yunus

Sementara tiga prajurit lainnya, yakni Rico Pramudia, Bayu Prakoso, dan Arif Kurniawan, mengalami luka-luka.

Sehari setelahnya, pada Senin, 30 Maret 2026, dilaporkan kembali dua prajurit Indonesia gugur dalam serangan terhadap konvoi logistik UNIFIL di wilayah Bani Hayyan, Lebanon selatan.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Aulia Dwi Nasrullah, menyampaikan bahwa dua prajurit yang gugur tersebut adalah Zulmi Aditya Iskandar dan Muhammad Nur Ichwan.

Sementara dua prajurit lainnya yang mengalami luka adalah Sulthan Wirdean Maulana dan Deni Rianto.

(Sumber: Antara)

x|close