Ntvnews.id, Jakarta - Perjalanan KA Ciremai mengalami gangguan akibat material longsor yang menutup jalur rel pada Selasa (31/3/2026). Insiden terjadi sekitar pukul 14.53 WIB di petak Maswati–Sasaksaat (MSI–SKT), tepatnya di Km 142+8/9, sehingga memengaruhi kelancaran operasional kereta tersebut.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan bahwa kejadian ini berdampak langsung pada perjalanan KA 174 Ciremai serta sejumlah perjalanan kereta lain yang melintas di lintas tersebut. Material longsor yang menutup jalur membuat perjalanan tidak dapat dilanjutkan secara normal hingga penanganan dilakukan di lokasi.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan permohonan maaf atas gangguan yang terjadi. Ia menegaskan bahwa upaya penanganan langsung dilakukan untuk mempercepat pemulihan jalur.
“KAI memohon maaf atas ketidaknyamanan, penanganan intensif dilakukan untuk percepatan normalisasi jalur,” kata Anne dalam keterangan resmi, Rabu (1/4/2026).
Baca Juga: 125 Tahun Mengabdi untuk Negeri, Pegadaian Perkuat Layanan Digital melalui Tring!
KAI memastikan bahwa insiden tersebut tidak menimbulkan korban. Seluruh penumpang dalam kondisi aman meskipun perjalanan sempat terganggu akibat tertutupnya jalur oleh material longsor.
“KAI memastikan seluruh pelanggan dalam kondisi selamat,” tambah dia.
Penanganan di lapangan dilakukan secara cepat dengan melibatkan petugas prasarana dan sarana. Proses evakuasi rangkaian kereta dilakukan bersamaan dengan pembersihan material longsor yang menutup jalur rel. Langkah ini diambil untuk mempercepat pemulihan operasional sekaligus menjaga aspek keselamatan perjalanan.
“Seluruh pelanggan dalam kondisi selamat. Tidak terdapat korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Petugas kami langsung melakukan penanganan di lokasi untuk memastikan keselamatan tetap terjaga,” ujar Anne.
Baca Juga: Harga Minyak Naik, Purbaya Prediksi Defisit APBN 2026 Aman di Bawah 3 Persen
Selama proses penanganan berlangsung, KAI juga melakukan pengaturan operasional perjalanan kereta lainnya yang melintas di jalur tersebut. Langkah ini bertujuan untuk meminimalkan dampak gangguan sekaligus memastikan keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
“Kami fokus pada percepatan penanganan di lapangan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan. Seluruh proses dilakukan secara terukur agar operasional perjalanan dapat segera kembali normal,” kata Anne.
KAI mengimbau seluruh pelanggan untuk terus mengikuti informasi resmi yang diperbarui secara berkala. Perusahaan menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prinsip utama dalam setiap perjalanan kereta api.
“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan kereta api,” tegas dia.
KA Ciremai Terjebak Longsor (Instagram)