Ntvnews.id , Jakarta -Pembangunan Sekolah Rakyat tahap II di berbagai daerah di Indonesia tidak hanya ditujukan untuk memperluas akses pendidikan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar.
Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum (PU) per Rabu, 7 Mei 2026, proyek pembangunan tersebut telah menyerap sebanyak 59.541 tenaga kerja dari berbagai bidang pekerjaan.
Tenaga kerja yang terlibat mencakup pekerja lapangan, tenaga teknis, operator alat berat, hingga tenaga pendukung lainnya.
Baca Juga: Mensos Nonaktifkan Dua Pejabat Kemensos Terkait Evaluasi Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat
Pembangunan Sekolah Rakyat tahap II dilakukan di 104 titik di seluruh Indonesia dan ditargetkan rampung pada Juni 2026.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat di berbagai wilayah.
Dalam pelaksanaannya, setiap sekolah dibangun di atas lahan seluas 5 hingga 10 hektare dengan berbagai fasilitas pendukung pendidikan.
Fasilitas tersebut meliputi ruang kelas, asrama, laboratorium, perpustakaan, kantin, klinik, hingga sarana olahraga.
Sekolah Rakyat tahap II ditargetkan mampu menampung sebanyak 112.320 siswa dengan total rombongan belajar terdiri atas 1.872 kelas SD, 936 kelas SMP, dan 936 kelas SMA.
Kementerian PU mencatat progres pembangunan fisik rata-rata telah mencapai 45,91 persen.
Sejumlah daerah menunjukkan perkembangan signifikan, di antaranya Medan dengan progres 64,48 persen, Sragen 63,22 persen, Bengkulu 62,17 persen, Ogan Ilir 62,07 persen, dan Makassar 62,04 persen.
Selain mempercepat pembangunan pendidikan, proyek ini juga dinilai mampu menggerakkan ekonomi daerah melalui pembelian material dari toko lokal dan penggunaan jasa pembangunan setempat.
Baca Juga: Mensos Temukan Dugaan Malaadministrasi dalam Pengadaan Sepatu Program Sekolah Rakyat
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat memberikan manfaat ganda bagi masyarakat.
“Selain mendukung pemerataan akses pendidikan, pembangunan tersebut (Sekolah Rakyat) juga memberikan dampak ekonomi langsung melalui penyerapan puluhan ribu tenaga kerja konstruksi dan pendukung di daerah,” ujar Dody Hanggodo.
Pemerintah berharap pembangunan ini dapat mempercepat pemerataan ekonomi di 102 kota dan kabupaten yang menjadi lokasi proyek pembangunan Sekolah Rakyat.
Berikut Infografiknya:
Pembangunan Sekolah Rakyat tahap II di 104 titik di Indonesia ditargetkan selesai Juni 2026. Selain untuk pendidikan, proyek ini juga berdampak terhadap ekonomi dengan menyerap puluhan ribu tenaga kerja. (Antara)
Pembangunan Sekolah Rakyat tahap II di 104 titik di Indonesia ditargetkan selesai Juni 2026. Selain untuk pendidikan, proyek ini juga berdampak terhadap ekonomi dengan menyerap puluhan ribu tenaga kerja. (Antara)