Infografik: Indonesia Serukan Penguatan Peran BRICS dalam Menjaga Stabilitas Dunia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Mei 2026, 09:25
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Pertemuan Menteri Luar Negeri BRICS (BRICS FMM) di New Delhi, India, pada 14-15 Mei 2026, membahas isu penting global. Dalam forum ini, Indonesia menyerukan penguatan peran BRICS dalam menjaga stabilitas dunia. Pertemuan Menteri Luar Negeri BRICS (BRICS FMM) di New Delhi, India, pada 14-15 Mei 2026, membahas isu penting global. Dalam forum ini, Indonesia menyerukan penguatan peran BRICS dalam menjaga stabilitas dunia. (Antara)

Ntvnews.id , Jakarta - Pertemuan Menteri Luar Negeri BRICS atau BRICS Foreign Ministers Meeting (FMM) yang digelar di New Delhi, India, pada Rabu-Kamis, 14-15 Mei 2026, menjadi forum penting bagi negara-negara anggota untuk membahas berbagai isu global.

Dalam forum tersebut, Indonesia menyerukan penguatan peran BRICS dalam menjaga stabilitas dunia dan mendorong terciptanya tata kelola global yang lebih adil, inklusif, serta efektif.

Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan Indonesia akan terus mendukung langkah BRICS dalam membangun sistem internasional yang lebih seimbang.

Baca Juga: Indonesia Tegaskan Pentingnya Peran BRICS dalam Menjaga Perdamaian dan Stabilitas Global

“Indonesia akan terus mendukung BRICS membangun sistem tata kelola global yang adil, inklusif dan efektif,” ujar Sugiono.

Dalam pertemuan itu, Indonesia juga menyoroti sejumlah tantangan global, mulai dari ketahanan pangan, keamanan energi, kesehatan, hingga pemanfaatan teknologi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

Selain itu, Indonesia menilai BRICS perlu mengambil peran strategis dalam penegakan hukum internasional secara adil tanpa standar ganda.

Indonesia juga menekankan pentingnya reformasi aturan internasional agar tetap relevan dalam menghadapi tantangan dunia saat ini.

Di sektor ekonomi, BRICS dinilai memiliki peran besar dalam mendorong tata kelola keuangan global yang lebih adil sekaligus memperkuat suara negara berkembang di tingkat internasional.

Dalam isu geopolitik, Indonesia kembali menegaskan dukungannya terhadap Palestina dan penyelesaian konflik melalui solusi dua negara.

Pemerintah Indonesia juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap personel penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang tidak boleh dikompromikan dalam situasi konflik global.

Baca Juga: Menlu India dan Iran Bahas Perang AS-Israel serta Situasi Selat Hormuz di Forum BRICS

Indonesia menilai BRICS harus menjadi bagian dari solusi dunia, bukan justru memperuncing polarisasi antarnegara.

BRICS FMM sendiri merupakan bagian dari rangkaian menuju Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat-Sabtu, 12-13 September 2026, di New Delhi, India.

Pertemuan tersebut dipimpin Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar selaku tuan rumah. Adapun keketuaan BRICS tahun ini mengusung tema :

“Membangun Ketahanan, Inovasi, Kerja Sama, dan Keberlanjutan”.

Berikut Infografiknya: 

Pertemuan Menteri Luar Negeri BRICS (BRICS FMM) di New Delhi, India, pada 14-15 Mei 2026, membahas isu penting global. Dalam forum ini, Indonesia menyerukan penguatan peran BRICS dalam menjaga stabilitas dunia. <b>(Antara)</b> Pertemuan Menteri Luar Negeri BRICS (BRICS FMM) di New Delhi, India, pada 14-15 Mei 2026, membahas isu penting global. Dalam forum ini, Indonesia menyerukan penguatan peran BRICS dalam menjaga stabilitas dunia. (Antara)

x|close