Iran dan Rusia Bahas Isu Nuklir serta Konflik Timur Tengah di Forum BRICS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Mei 2026, 16:45
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Luar Negeri BRICS berfoto bersama dalam BRICS Foreign Ministers’ Meeting di New Delhi, India, Kamis (14/5/2026). /ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri. Menteri Luar Negeri BRICS berfoto bersama dalam BRICS Foreign Ministers’ Meeting di New Delhi, India, Kamis (14/5/2026). /ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri. (Antara)

Ntvnews.id, Teheran - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov membahas perkembangan isu nuklir Iran dalam pertemuan di sela-sela forum tingkat menteri luar negeri BRICS di New Delhi, India.

"Kedua pihak saling bertukar pandangan terkait perkembangan terkini di Asia Barat dan negosiasi terkait isu nuklir Iran," kata Kementerian Luar Negeri Iran dalam pernyataannya, Jumat, 15 Mei 2026.

Selain membahas isu nuklir, kedua menteri juga mendiskusikan kerja sama Iran dan Rusia di sektor energi serta transportasi. Pertemuan itu turut menyinggung kondisi kawasan pascagencatan senjata dalam konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Baca Juga: Menlu Sugiono Hadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri BRICS di India

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut Sergey Lavrov menegaskan kesiapan Moskow untuk membantu penyelesaian konflik yang berkaitan dengan Iran.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan dan menimbulkan korban sipil.

Sebagai balasan, Iran menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan. Namun, pembicaraan lanjutan yang berlangsung di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan sehingga Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperpanjang penghentian permusuhan guna memberi kesempatan kepada Iran menyusun “proposal terpadu”.

Baca Juga: Di India, Menlu Sugiono Dorong BRICS Aktif Jaga Perdamaian Global

Konflik tersebut juga berdampak terhadap stabilitas jalur pelayaran di Selat Hormuz yang merupakan rute utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari kawasan Teluk Persia ke pasar global.

Meningkatnya ketegangan akibat serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sempat mengganggu lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz dan turut memicu kenaikan harga bahan bakar dunia.

Amerika Serikat terus berupaya membatasi program nuklir Iran, sementara Teheran menuntut adanya jaminan perdamaian sebelum bersedia membahas lebih lanjut program nuklirnya.

(Sumber: Antara)

x|close