Iran Gugat AS ke Mahkamah Arbitrase Den Haag atas Dugaan Agresi Militer

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mei 2026, 12:18
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara kepada pers di Gedung Putih, Washington D.C., Amerika Serikat 1 Mei 2026.(ANTARA/Anadolu/pri) Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara kepada pers di Gedung Putih, Washington D.C., Amerika Serikat 1 Mei 2026.(ANTARA/Anadolu/pri) (Antara)

Ntvnews.id, Teheran - Iran mengajukan gugatan ke Mahkamah Arbitrase di Den Haag, Belanda, atas tindakan agresi militer Amerika Serikat terhadap Iran, demikian dilaporkan Kantor Berita Mizan pada Selasa, 12 Mei 2026.

Secara khusus, gugatan yang diajukan pada Februari-Maret 2026 itu mencakup tuduhan agresi militer AS terhadap fasilitas nuklir Iran, pemberlakuan sanksi ekonomi, serta ancaman penggunaan kekuatan, menurut laporan tersebut.

Gugatan diajukan atas pelanggaran kewajiban internasional AS selama operasi militer pada Juni 2025 terhadap Iran.

Menurut laporan tersebut, Teheran dilaporkan telah meminta pengadilan arbitrase untuk menuntut AS menghentikan campur tangan langsung dan tidak terlibat langsung dalam urusan internal Iran, serta memberikan kompensasi penuh atas semua kerusakan yang disebabkan AS.

Baca Juga: Teheran Ancam Pengayaan Uranium 90 Persen Jika AS dan Israel Kembali Menyerang

“Tuduhan Iran itu didasarkan pada Perjanjian Aljazair 1981, yang membentuk Pengadilan Klaim Iran-Amerika Serikat di Den Haag, guna menyelesaikan sengketa dan menegaskan penolakan agar AS tidak ikut campur dalam urusan Iran.”

Pada Jumat, 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke wilayah Iran dan dibalas Iran dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

AS dan Israel awalnya mengklaim serangan mereka itu diperlukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran.

Baca Juga: Trump Sebut Gencatan Senjata AS-Iran Masih Bertahan Meski dalam Kondisi “Sangat Lemah”

Namun, mereka kemudian memperjelas bahwa serangan tersebut dilakukan karena ingin melihat perubahan kekuasaan di Iran.

Washington dan Teheran kemudian mengumumkan gencatan senjata pada Selasa, 07 April 2026, yang dilanjutkan dengan pembicaraan di Islamabad meski berakhir tanpa kesepakatan.

Seiring kegagalan mencapai kesepakatan, AS mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran.

Para mediator saat ini sedang berupaya mengatur putaran negosiasi baru.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu, 04 Mei 2026, mengatakan bahwa tujuan utama Washington tetap memastikan bahwa Iran tidak memperoleh senjata nuklir.

(Sumber: Antara)

x|close