WSJ: UEA Diam-Diam Serang Iran di Tengah Konflik Timur Tengah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mei 2026, 12:28
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Asap membubung dari bangunan-bangunan di Teheran, Iran, Minggu 29 Maret 2026. (ANTARA/Xinhua/Shadati/aa) Ilustrasi - Asap membubung dari bangunan-bangunan di Teheran, Iran, Minggu 29 Maret 2026. (ANTARA/Xinhua/Shadati/aa) (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Uni Emirat Arab dilaporkan diam-diam melakukan serangkaian serangan terhadap Iran di tengah konflik yang masih berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran.

Informasi tersebut diungkap dalam laporan media The Wall Street Journal pada Senin, 11 Mei 2026.

Salah satu target serangan disebut merupakan kilang minyak di Pulau Lavan, Iran, berdasarkan keterangan sumber anonim yang mengetahui persoalan tersebut.

Laporan itu menyebut kilang minyak Iran dihantam pada awal April 2026, saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut tengah bersiap mengumumkan gencatan senjata dengan Iran.

Baca Juga: Iran Bantah Serangan ke UEA, Ketegangan Teluk Kian Memanas

Serangan tersebut mengakibatkan kebakaran besar dan membuat fasilitas minyak itu berhenti beroperasi.

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal balistik dan pesawat nirawak ke wilayah UEA dan Kuwait.

Salah satu sumber menyebut Amerika Serikat secara diam-diam menyambut keterlibatan Emirat dalam konflik tersebut.

The Wall Street Journal juga melaporkan Iran telah melancarkan lebih dari 2.800 serangan rudal dan drone ke UEA, jumlah yang disebut lebih banyak dibandingkan serangan terhadap negara lain, termasuk Israel.

Serangan-serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan besar terhadap ekonomi UEA, termasuk memicu pemutusan hubungan kerja dan cuti sementara bagi sejumlah pekerja.

Selain itu, serangan tersebut disebut mengubah pandangan strategis UEA terhadap Iran.

Negara Teluk itu kini memandang Iran sebagai aktor yang dinilai mengancam model ekonomi dan sosial mereka yang bergantung pada tenaga kerja ekspatriat serta reputasi keamanan dan stabilitas.

Baca Juga: Negara Arab Kecam Serangan Iran ke UEA, Tegaskan Solidaritas untuk Abu Dhabi

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab tidak memberikan komentar langsung terkait laporan serangan tersebut.

Namun, kementerian menunjuk pada pernyataan sebelumnya yang menegaskan Abu Dhabi memiliki hak untuk merespons tindakan permusuhan.

“Ini signifikan karena ada negara Arab Teluk yang menjadi pihak dalam perang dan menyerang Iran secara langsung. Iran sekarang akan berupaya memperlebar jurang pemisah antara UEA dan negara-negara Arab Teluk lainnya yang sedang mencoba menengahi akhir perang,” kata analis Timur Tengah Dina Esfandiary kepada surat kabar tersebut.

(Sumber: Antara)

x|close