Ntvnews.id, Moskow - Iran menolak proposal perdamaian yang diajukan United States karena dinilai “berarti menerima tuntutan yang berlebihan” dari Washington.
Informasi tersebut dilaporkan oleh Press TV.
Sebelumnya, kantor berita Iran ISNA melaporkan bahwa tanggapan Teheran terhadap proposal Amerika Serikat berfokus pada penghentian perang serta jaminan keamanan pelayaran di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga telah menyampaikan ketidakpuasannya terhadap respons Iran atas proposal perdamaian yang diajukan Washington untuk mengakhiri konflik.
Menurut laporan Press TV, respons Iran menegaskan bahwa Amerika Serikat perlu membayar kerugian perang kepada Teheran sebagai bagian dari penyelesaian konflik.
Baca Juga: Iran Sampaikan Respons Proposal Perdamaian AS Melalui Pakistan
Pada awal Mei 2026, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengonfirmasi bahwa Teheran telah menerima tanggapan Amerika Serikat terhadap proposal perdamaian 14 poin milik Iran melalui mediator dari Pakistan.
Sementara itu, kantor berita Tasnim pada Senin, 10 Mei 2026 melaporkan bahwa usulan Iran untuk negosiasi lanjutan dengan Amerika Serikat yang telah dikirimkan ke Washington mencakup sejumlah poin penting.
Beberapa di antaranya adalah pencabutan sanksi, kontrol penuh Iran atas Selat Hormuz, serta pencairan aset-aset Iran yang dibekukan di luar negeri.
Konflik memanas sejak Jumat, 28 Februari 2026, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran yang menyebabkan lebih dari 3.000 orang tewas.
Baca Juga: Kapal Pengangkut Korsel Dihantam Objek Misterius di Selat Hormuz
Washington dan Teheran kemudian mengumumkan gencatan senjata pada Rabu, 08 April 2026.
Meski kedua pihak sudah tidak lagi terlibat serangan terbuka, perundingan damai yang berlangsung di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan jangka panjang.
Setelah itu, Amerika Serikat dilaporkan memberlakukan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran.
Hingga kini, para mediator masih berupaya memfasilitasi putaran baru negosiasi antara Washington dan Teheran guna mencapai penyelesaian konflik yang lebih permanen.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Bendera Amerika Srikat dan bendera Republik Islam Iran. ANTARA/Anadolu Agency/pri. (Antara)