Ntvnews.id, Taheran - Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyampaikan bahwa bagian buritan kapal pengangkut curah yang dioperasikan perusahaan pelayaran HMM Co., Ltd terkena dua benda tak dikenal saat berada di Selat Hormuz pada Senin, 4 Mei 2026.
Dilansir dari Al Arabiya, Senin, 11 Mei 2026, Insiden tersebut terjadi pada kapal HMM Namu yang sebelumnya juga dilaporkan mengalami ledakan dan kebakaran di kawasan selat dekat Uni Emirat Arab sepekan lalu. Dalam kejadian itu tidak ada korban luka.
Saat peristiwa pertama terjadi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding Iran berada di balik serangan terhadap kapal tersebut.
Pemerintah Korea Selatan hingga kini masih melakukan penyelidikan atas insiden itu. Setelah kebakaran terjadi pada Senin, kapal HMM ditarik menuju pelabuhan di Dubai, sementara pemeriksaan lokasi dilakukan pada Jumat.
Kementerian menyebut identitas benda yang menghantam kapal belum dapat dipastikan meskipun sempat terekam kamera pengawas. Otoritas terkait juga berencana mengumpulkan puing-puing di lokasi untuk dianalisis lebih lanjut.
Baca Juga: Iran Siapkan RUU Pungutan dan Larangan kapal di Selat Hormuz
Juru bicara kementerian, Park Il, mengatakan dua objek tersebut menghantam sisi kiri buritan kapal sekitar pukul 15.30 waktu setempat pada Senin.
Benturan itu memicu kebakaran yang merusak area sekitar 7 x 5 meter. Park menegaskan insiden tersebut kemungkinan tidak dipicu ranjau laut maupun gangguan teknis pada mesin, generator, atau boiler kapal.
"Kami berasumsi penyebab kebakaran tersebut tidak terkait dengan masalah internal di kapal," katanya.
Menurut Park, pemerintah Korea Selatan juga telah melakukan komunikasi dengan sejumlah negara terkait, termasuk Iran, mengenai insiden tersebut.
Sementara itu, Iran membantah terlibat dalam kejadian tersebut dan belum memberikan tanggapan lanjutan terkait keberadaan benda misterius yang menghantam kapal Korsel itu.
Sebuah kapal menunggu untuk melewati Selat Hormuz. ANTARA/Shady Alassar - Anadolu Agency/pri. (Antara)