Ntvnews.id, Istanbul - Presiden United States Donald Trump menyatakan perang yang melibatkan AS dan Israel terhadap Iran dapat berakhir apabila Teheran bersedia memenuhi ketentuan dalam sebuah kesepakatan yang sedang dipertimbangkan.
“Dengan asumsi Iran menyetujui apa yang telah disepakati, yang mungkin merupakan asumsi besar, maka ‘Epic Fury’ yang sudah melegenda akan berakhir, dan blokade yang sangat efektif akan memungkinkan Selat Hormuz terbuka untuk semua, termasuk Iran,” kata Trump melalui akun Truth Social pada Rabu, 6 Mei 2026.
Baca Juga: Uni Eropa Tolak Perluasan Kendali Israel di Gaza, Soroti “Garis Oranye”
Trump tidak menjelaskan secara rinci isi kesepakatan tersebut maupun syarat spesifik yang diajukan kepada Iran. Ia juga tidak memberikan kepastian terkait waktu kemungkinan langkah militer berikutnya.
Meski demikian, Trump memperingatkan bahwa apabila Iran menolak syarat yang diajukan, maka serangan udara akan kembali dilanjutkan dengan skala yang lebih besar. Ia mengatakan pengeboman dapat dilakukan “dengan tingkat dan intensitas yang jauh lebih tinggi” dibandingkan sebelumnya.
Baca Juga: DPR AS Desak Trump Akui Program Nuklir Rahasia Israel
Selat Hormuz diketahui menjadi salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia karena menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Kawasan tersebut juga menjadi rute utama distribusi minyak dan gas alam cair ke pasar internasional.
Gangguan terhadap aktivitas di Selat Hormuz dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas pasar energi global sekaligus meningkatkan ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Bendera Iran dan Amerika Serikat. (ANTARA/Anadolu/py.) (Antara)