BNPB Pastikan Seluruh Korban Erupsi Gunung Dukono Telah Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mei 2026, 07:27
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
im SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi Gunung Api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, Minggu (10/5/2026). ANTARA/HO-Humas Basarnas. im SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi Gunung Api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, Minggu (10/5/2026). ANTARA/HO-Humas Basarnas. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan seluruh korban yang sebelumnya dinyatakan hilang akibat erupsi Gunung Dukono berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan. Dengan penemuan tersebut, operasi pencarian resmi dihentikan.

"Sebelumnya, tim SAR gabungan telah menemukan satu korban berinisial E (perempuan) Warga Negara Indonesia (WNI) dalam kondisi meninggal dunia. Dengan ditemukannya dua korban lainnya, maka seluruh korban yang sebelumnya dinyatakan hilang telah berhasil ditemukan," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dikutip di Jakarta, Minggu, 10 Mei 2026.

Ia menambahkan bahwa operasi pencarian resmi dihentikan setelah seluruh korban berhasil ditemukan.

"Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR erupsi Gunung Dukono secara resmi dinyatakan ditutup," ucap Abdul Muhari.

Baca Juga: 2 WNA Tewas Saat Gunung Dukono Meletus, Satu Pendaki Masih Hilang

Dua korban terakhir yang ditemukan masing-masing berinisial HWQT, laki-laki warga negara asing (WNA) berusia 30 tahun, serta SMBAH, laki-laki WNA berusia 27 tahun. Setelah ditemukan, tim SAR segera mengevakuasi jenazah para korban menuju pos penanganan darurat erupsi Gunung Dukono sebelum dibawa ke RSUD Tobelo guna proses identifikasi dan penanganan lanjutan.

Menurut Abdul Muhari, pencarian pada hari ketiga berjalan lebih efektif setelah tim gabungan sebelumnya menandai titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban tertimbun material vulkanik dengan menggunakan koordinat GPS pada operasi sehari sebelumnya.

Meski demikian, proses evakuasi sempat mengalami hambatan karena korban tertimbun material pasir vulkanik dengan kedalaman yang cukup besar. Selain itu, aktivitas erupsi Gunung Dukono masih berlangsung secara fluktuatif sehingga tim SAR harus bekerja ekstra hati-hati demi menjaga keselamatan personel di lapangan.

Dalam operasi pencarian hari ketiga, sebanyak 98 personel SAR gabungan diterjunkan dan dibagi ke dalam empat regu. Unsur yang terlibat meliputi Basarnas, BPBD Kabupaten Halmahera Utara, TNI AD, TNI AL, Polairud, Brimobda, ERT Gosowong, PMI, hingga masyarakat sekitar.

Baca Juga: Rekaman Detik-detik 2 WNA Tewas dalam Peristiwa Erupsi Gunung Dukono

Selain tiga korban meninggal dunia, tim SAR juga berhasil menyelamatkan 15 orang lainnya. Korban selamat terdiri dari sejumlah WNA asal Singapura, yakni TYME (30), OSS (37), PL (33), LHEI (31), TJYG (30), LYXV (30), dan LSD (29). Sementara korban selamat WNI yakni BB (24), YL (23), S (26), A (22), H (26), FN (27), RI (29), dan SJ (48).

Dalam proses pencarian tersebut, dua korban selamat berinisial RS dan JA turut membantu tim SAR gabungan dengan memberikan informasi mengenai jalur pendakian dan lokasi terakhir para korban sebelum situasi darurat akibat erupsi terjadi.

(Sumber: Antara)

x|close