TNI AU Evakuasi 8 Korban Helikopter Jatuh di Sekadau

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Apr 2026, 21:29
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Personel TNI AU bersama Palang Merah Indonesia (PMI) membawa delapan jenazah korban helikopter jatuh menggunakan helikopter di wilayah Sekadau, Kalimantan Barat, Jumat (17/4/2026). (ANTARA/HO-Humas TNI AU) Personel TNI AU bersama Palang Merah Indonesia (PMI) membawa delapan jenazah korban helikopter jatuh menggunakan helikopter di wilayah Sekadau, Kalimantan Barat, Jumat (17/4/2026). (ANTARA/HO-Humas TNI AU) (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - TNI Angkatan Udara melalui pasukan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) mengevakuasi delapan korban insiden jatuhnya helikopter Airbus H130 PK-CFX di kawasan hutan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, pada Jumat, 17 April 2026.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana dalam keterangan resmi di Jakarta menjelaskan bahwa proses evakuasi dilakukan pada hari kedua operasi pencarian dan pertolongan (search and rescue/SAR) oleh tim gabungan.

Dalam pelaksanaan evakuasi tersebut, TNI AU juga mengerahkan helikopter sebagai sarana transportasi untuk menjangkau lokasi jatuhnya pesawat di area hutan.

Baca Juga: TNI AU dan Basarnas Evakuasi Korban Helikopter Jatuh PK-CFX ke Pontianak

Setelah seluruh korban berhasil dievakuasi, jenazah kemudian dibawa ke lokasi yang lebih aman dan kondusif untuk penanganan lebih lanjut.

"Seluruh korban telah tiba di Lanud Supadio untuk penanganan lebih lanjut, dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan," ucap I Nyoman.

Ia menyebut keberhasilan evakuasi tidak terlepas dari koordinasi yang solid antara TNI AU, Basarnas, serta seluruh pihak yang terlibat dalam operasi SAR.

Menurutnya, keberhasilan ini juga mencerminkan komitmen TNI AU dalam menjalankan misi kemanusiaan atau operasi militer selain perang (OMSP).

Baca Juga: Basarnas Evakuasi Seluruh Jenazah Korban Jatuhnya Helikopter Airbus H130 di Kalbar

"Kami mengerahkan kemampuan terbaik yang dimiliki TNI AU, baik unsur udara maupun personel di lapangan untuk membantu proses evakuasi," tuturnya.

Diketahui, helikopter tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada Kamis, 16 April 2026, dengan membawa delapan orang, yakni Kapten Marindra W sebagai pilot, Harun Arasyd sebagai co-pilot, serta enam penumpang lainnya.

(Sumber: Antara)

x|close