Basarnas Kerahkan Tim Cari Helikopter PK-CFX yang Hilang Kontak di Kalimantan Barat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Apr 2026, 15:25
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 menggunakan helikopter Basarnas di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, Jumat (23/1/2026). ANTARA FOTO/Arnas Padda/rwa Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 menggunakan helikopter Basarnas di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, Jumat (23/1/2026). ANTARA FOTO/Arnas Padda/rwa (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan tim untuk melakukan pencarian helikopter PK-CFX yang dilaporkan hilang kontak dan diduga mengalami kecelakaan saat terbang dari Kabupaten Melawi menuju Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis, 16 April 2026.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso memastikan bahwa tim pencarian telah diberangkatkan untuk melakukan operasi.

“Tim sudah bergerak,” kata Edy saat dikonfirmasi di Jakarta.

Baca Juga: Kecelakaan Helikopter Terjadi di Perairan Qatar, 6 Tewas

Ia menjelaskan bahwa personel yang diterjunkan merupakan tim terbaik dari Kantor SAR Pontianak dan Pos SAR Sintang, yang dilengkapi dengan peralatan memadai untuk menunjang proses pencarian.

Dalam operasi ini, Basarnas juga berkolaborasi dengan tim gabungan dari berbagai instansi, termasuk TNI/Polri serta relawan, guna mempercepat penemuan lokasi helikopter dan para penumpangnya.

Edy menambahkan bahwa Basarnas mengedepankan prinsip kerja cepat dan terukur dalam setiap misi kemanusiaan, termasuk dalam penanganan insiden kecelakaan transportasi non-bencana. Berdasarkan data sementara, helikopter jenis Airbus H-130 tipe H-130T2 tersebut membawa delapan orang, termasuk pilot.

Baca Juga: Helikopter 8 Penumpang Hilang Kontak di Sekadau Kalbar

Helikopter diketahui lepas landas dari helipad PT CMA di Desa Nanga Keruap, Kabupaten Melawi pada pukul 07.34 WIB. Namun, sekitar pukul 08.39 WIB, helikopter dilaporkan hilang kontak saat menuju helipad PT GAN di Desa Teluk Bakung, Kabupaten Kubu Raya. Hingga pukul 11.00 WIB, posisi terakhir helikopter terdeteksi berada di sekitar Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.

Berdasarkan data dari Polres Sekadau, manifes penerbangan mencatat nama pilot Capt Marindra W, co-pilot Harun Arasyd, serta enam penumpang yakni Patrick K., Victor T., Charles L., Joko C., Fauzie O., dan Sugito.

(Sumber: Antara)

x|close