Ntvnews.id, Doha - Kementerian Dalam Negeri Qatar melaporkan bahwa enam dari tujuh orang yang sebelumnya dinyatakan hilang akibat kecelakaan helikopter di perairan negara tersebut telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu, 22 Maret 2026.
Dalam keterangan resminya, kementerian menyebut tim pencarian dan penyelamatan berhasil menemukan enam korban di dalam helikopter sekaligus memastikan seluruhnya telah meninggal dunia.
Dilansir dari Anadolu, Senin, 23 Maret 2026, proses pencarian masih terus dilanjutkan untuk menemukan satu korban lainnya yang hingga kini masih belum ditemukan.
Pihak berwenang belum mengungkap identitas para korban maupun penyebab pasti kecelakaan tersebut. Namun sebelumnya, Kementerian Pertahanan Qatar menyampaikan bahwa helikopter mengalami gangguan teknis saat menjalankan misi rutin sebelum akhirnya jatuh di perairan wilayah Qatar.
Baca Juga: Qatar: Serangan Israel di Ladang Gas Bersama Iran Berbahaya dan Tidak Bertanggung Jawab
Sejauh ini, tidak ditemukan indikasi bahwa insiden tersebut berkaitan dengan aksi permusuhan atau eskalasi konflik yang tengah terjadi di kawasan Timur Tengah.
Sebelumnya, Qatar diketahui sempat menghadapi serangan drone dan rudal dari Iran sejak dimulainya operasi militer gabungan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Salah satu sasaran serangan tersebut adalah Ras Laffan Industrial City, yang merupakan salah satu pusat produksi gas alam cair (LNG) terbesar di dunia.
Ilustrasi Helikopter (Istimewa)