Ntvnews.id, Taheran - Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel menghantam fasilitas ladang gas South Pars Gas Field milik Iran di kawasan Teluk Persia hingga memicu kebakaran hebat. Insiden ini langsung dibalas oleh Iran dengan serangan ke sejumlah fasilitas energi di kawasan Teluk.
"Beberapa saat yang lalu, sebagian fasilitas gas yang terletak di Zona Ekonomi Khusus Energi South Pars di Asaluyeh dihantam oleh proyektil yang ditembakkan oleh musuh Amerika-Zionis," lapor televisi pemerintah, mengutip Ehsan Jahanian, wakil gubernur Provinsi Bushehr, seperti dilansir dari AFP, Jumar, 20 Maret 2026.
Ladang gas raksasa South Pars/North Dome dikenal sebagai cadangan gas terbesar di dunia, yang menyuplai sekitar 70 persen kebutuhan gas domestik Iran. Kawasan ini berbagi wilayah dengan Qatar, yang mengelola bagian ladang bernama North Dome.
Iran sendiri telah mengembangkan wilayahnya sejak akhir 1990-an. Dalam konflik sebelumnya pada Juni 2025, Israel juga pernah menargetkan fasilitas di ladang tersebut.
Baca Juga: Iran Hentikan Pasokan Gas ke Irak, Listrik Hilang 3.100 MW
Menurut laporan Al Jazeera, Presiden AS Donald Trump mengkritik serangan Israel ke South Pars karena memicu eskalasi lebih luas, termasuk serangan balasan Iran ke fasilitas energi di Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Trump juga mengaku tidak mengetahui rencana serangan tersebut. "Israel, karena marah atas apa yang telah terjadi di Timur Tengah, telah menyerang secara brutal fasilitas utama yang dikenal sebagai Ladang Gas South Pars di Iran," tulis Trump di Truth Social, dikutip CNN.
"Amerika Serikat tidak mengetahui apa pun tentang serangan khusus ini," katanya, seraya menambahkan bahwa Qatar juga tidak menyadarinya.
"Sayangnya, Iran tidak mengetahui hal ini, atau fakta-fakta penting apa pun yang berkaitan dengan serangan South Pars, dan secara tidak adil dan tanpa alasan menyerang sebagian fasilitas gas LNG Qatar." imbuhnya.
Ilustrasi negara Iran. /ANTARA/Anadolu/py. (Antara)
Ia turut memperingatkan bahwa jika Iran terus melakukan serangan balasan, maka Washington siap mengambil langkah ekstrem. "dalam hal itu," katanya, "Amerika Serikat, dengan atau tanpa bantuan atau persetujuan Israel, akan menghancurkan seluruh Ladang Gas South Pars secara besar-besaran dengan kekuatan dan daya yang belum pernah dilihat atau disaksikan Iran sebelumnya."
Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan ke sejumlah fasilitas energi di kawasan Teluk. Kebakaran besar dilaporkan terjadi di fasilitas gas di Kota Industri Ras Laffan, Qatar.
Kementerian Dalam Negeri Qatar menyatakan tim pertahanan sipil tengah berupaya memadamkan api dan memastikan situasi terkendali. Tidak ada korban luka dilaporkan dalam insiden tersebut.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah dan Waktu Sholat Jumat 20 Maret 2026
Sementara itu, perusahaan energi negara QatarEnergy mengonfirmasi adanya kebakaran besar di beberapa fasilitas LNG akibat serangan tersebut, termasuk kerusakan signifikan pada fasilitas Pearl GTL.
Di sisi lain, Uni Emirat Arab juga mengecam serangan Iran terhadap fasilitas gas Habshan dan ladang minyak Bab. Pemerintah setempat menyebut serangan tersebut sebagai eskalasi berbahaya dan pelanggaran hukum internasional.
Meski demikian, otoritas UEA memastikan sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat serangan, tanpa adanya korban jiwa. Mereka juga menegaskan bahwa serangan terhadap infrastruktur energi vital menjadi ancaman serius bagi stabilitas kawasan dan pasar energi global.
Arsip - Suar gas di ladang minyak di Iran. (REUTERS) (Antara)