Ntvnews.id, Beijing - Pemerintah China menyatakan keterkejutannya atas keputusan Israel yang memberikan izin kepada militernya untuk menargetkan pejabat Iran tanpa perlu persetujuan lebih lanjut. Hal tersebut disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri China pada Kamis 19 Maret 2026.
Sebelumnya, pada Rabu 18 Maret 2026, Kepala Pertahanan Israel Israel Katz menyebut bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah memperoleh kewenangan untuk mengeksekusi pejabat tinggi Iran yang menjadi target tanpa harus menunggu persetujuan dari pimpinan Israel.
Baca Juga: China Targetkan 100 Ribu Kendaraan Hidrogen pada 2030, Dorong Energi Bersih dan Ekonomi Baru
“China terkejut oleh pernyataan tersebut,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers.
Ia menegaskan bahwa Beijing menolak penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional serta menilai pembunuhan terhadap pemimpin Iran dan serangan terhadap target sipil sebagai tindakan yang tidak dapat diterima.
China juga mengimbau semua pihak untuk segera menghentikan permusuhan guna mencegah eskalasi konflik lebih lanjut di kawasan.
Sebelumnya, pada Selasa, Katz menyatakan bahwa Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani telah tewas dalam operasi militer Israel di Teheran, bersama Gholamreza Soleimani yang merupakan komandan pasukan paramiliter Basij.
Baca Juga: AS dan China Gelar Perundingan Dagang Tingkat Tinggi di Paris
Pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa kedua pejabat tersebut gugur.
Pada 4 Maret, Katz juga menyampaikan bahwa setiap pemimpin baru Iran akan menjadi “target eliminasi tanpa syarat” bagi militer Israel.
(Sumber: Antara)
Arsip foto - Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian. /ANTARA/Anadolu/py. (Antara)