Trump: AS Gak Butuh Bantuan Sekutu di Selat Hormuz!

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Mar 2026, 19:30
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden AS Donald Trump. (ANTARA/Anadolu Ajansi/pri) Arsip foto - Presiden AS Donald Trump. (ANTARA/Anadolu Ajansi/pri) (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa negaranya tidak lagi membutuhkan dukungan angkatan laut dari Jepang maupun sekutu lainnya untuk mengamankan Selat Hormuz, seiring klaim keberhasilan militer dalam konflik melawan Iran.

Dalam pernyataannya, Donald Trump mengungkapkan ketidakpuasan terhadap sejumlah negara sekutu, termasuk anggota NATO, Jepang, Australia, dan Korea Selatan yang dinilai kurang merespons permintaan pengiriman kapal perang.

"Karena kita telah mencapai keberhasilan militer yang begitu besar, kita tidak lagi 'membutuhkan,' atau menginginkan, bantuan negara-negara NATO -- KITA TIDAK PERNAH MEMBUTUHKANNYA! Demikian juga Jepang, Australia, atau Korea Selatan," tulisnya di media sosial.

Pernyataan tersebut disampaikan menjelang rencana pertemuannya dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Gedung Putih.

Baca Juga: Eropa Tolak Ajakan AS Kirim Pasukan ke Selat Hormuz, Pilih Jalur Diplomasi

Sebelumnya, Trump sempat berharap sejumlah negara seperti Inggris, China, Prancis, Jepang, dan Korea Selatan dapat bekerja sama menjaga keamanan jalur pelayaran global yang vital.

Jepang diketahui sangat bergantung pada kawasan Timur Tengah untuk pasokan energi, dengan lebih dari 90 persen impor minyak mentahnya melewati Selat Hormuz.

Namun, keterlibatan militer Jepang di wilayah konflik terbatas oleh konstitusi pasifisnya.

Lebih lanjut, Donald Trump juga mengkritik sekutu Eropa yang dinilai enggan terlibat dalam kampanye militer AS-Israel terhadap Iran.

"Saya tidak terkejut dengan tindakan mereka, karena saya selalu menganggap NATO, di mana kita menghabiskan ratusan miliar dolar per tahun untuk melindungi negara-negara yang sama ini, sebagai jalan satu arah."

Dalam pernyataan kepada wartawan di Ruang Oval, Trump kembali menegaskan kekecewaannya.

Baca Juga: Donald Trump Ancam Masa Depan NATO Jika Sekutu Tak Bantu Amankan Selat Hormuz

"Mereka seharusnya sangat berterima kasih," kata Trump, seraya menambahkan bahwa tanpa operasi militer terbaru, "negara seperti Iran diizinkan untuk memiliki kekuatan senjata nuklir."

Meski konflik belum menunjukkan tanda-tanda berakhir, Donald Trump menyebut operasi militer tersebut sebagai upaya menjaga stabilitas global.

Ia juga menyinggung dukungan dari negara-negara Timur Tengah seperti Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab yang disebutnya sebagai "negara-negara hebat."

(Sumber: Antara)

x|close