Kanada Gak Ikut Serta Operasi Militer Lawan Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Mar 2026, 13:48
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand. ANTARA/Anadolu/py/pri. Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand. ANTARA/Anadolu/py/pri. (Antara)

Ntvnews.id,  Washington — Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand menegaskan bahwa negaranya tidak akan bergabung dengan Amerika Serikat dan Israel dalam operasi militer melawan Iran. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers virtual dari Turki pada Selasa 17 Maret 2026.

"Kanada tidak dikonsultasikan, Kanada tidak ikut serta dalam operasi militer, dan Kanada tidak berniat terlibat dalam operasi militer ofensif," kata Anita Anand. Ia menekankan posisi Kanada yang tetap berhati-hati di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pemerintah Kanada juga belum menerima permintaan resmi dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar negara-negara anggota NATO terlibat dalam operasi militer tersebut.

 Baca Juga:  Senator AS Kritik Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran

"Sepengetahuan kami, belum ada permintaan yang diajukan ke NATO untuk bantuan tersebut. Sebagai anggota pendiri, Kanada tetap berkomitmen pada pertahanan kolektif dan pencegahan," ujarnya.

Anita Anand juga menyatakan belum ada pembahasan di antara sekutu NATO terkait mekanisme pemicu aksi kolektif aliansi tersebut.

Selain itu, ia mengaku belum melakukan komunikasi dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sejak dimulainya operasi militer terhadap Iran.

Sebelumnya, Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyatakan bahwa negaranya mendukung langkah Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran "dengan penyesalan", meskipun kemungkinan keterlibatan Kanada dalam konflik tersebut masih belum dapat sepenuhnya dikesampingkan.

Baca Juga:  Donald Trump Ancam Masa Depan NATO Jika Sekutu Tak Bantu Amankan Selat Hormuz

Konflik meningkat sejak 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta target militer AS di kawasan Timur Tengah.

(Sumber: Antara)

x|close