BPJS Kesehatan Dorong Sistem Rujukan Berjenjang untuk Atasi Antrean Pasien

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Agu 2026, 15:35
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Kunjungan BPJS Kesehatan ke RS Oen Solo Baru, Surakarta, Jawa Tengah Kunjungan BPJS Kesehatan ke RS Oen Solo Baru, Surakarta, Jawa Tengah (Antara)

Ntvnews.id, JakartaBPJS Kesehatan mendorong optimalisasi sistem rujukan berjenjang agar distribusi pasien di setiap fasilitas kesehatan dapat berjalan sesuai kebutuhan medis dan kemampuan layanan yang tersedia.

Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan penguatan sistem tersebut diperlukan agar fasilitas kesehatan di berbagai jenjang dapat menjalankan perannya secara optimal. Dengan begitu, rumah sakit rujukan dapat lebih fokus menangani pasien yang membutuhkan pelayanan lanjutan.

Menurut Rizzky, persoalan ketersediaan tempat tidur di rumah sakit perlu dilihat secara menyeluruh sebagai bagian dari upaya memperbaiki sistem rujukan.

Ia menilai pengelolaan rujukan yang berjalan baik dapat menjaga kapasitas rumah sakit rujukan nasional sehingga tempat tidur yang tersedia dapat diprioritaskan bagi pasien dengan kebutuhan medis yang lebih kompleks.

"Mungkin ini juga menjadi fenomena di rumah sakit rujukan nasional. Jangan sampai rumah sakit rujukan nasional akhirnya menjadi puskesmas raksasa. Padahal rumah sakit tersebut seharusnya fokus menangani kasus-kasus yang memang membutuhkan pelayanan spesialistik dan subspesialistik," ujar Rizzky di Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026.

Baca Juga: Menkes Perintahkan Tim Cek Nakes yang Diduga Lontarkan Komentar Nirempati ke Pasien BPJS

Pernyataan tersebut disampaikan Rizzky sebagai tanggapan terhadap pembahasan mengenai akses pelayanan kesehatan, kapasitas ruang rawat inap, keterbukaan informasi, penguatan kemampuan fasilitas kesehatan, serta kecepatan dalam menangani keluhan pasien.

Ia mengatakan BPJS Kesehatan telah meminta seluruh fasilitas kesehatan untuk memperbarui informasi mengenai ketersediaan tempat tidur secara berkala sehingga data tersebut dapat diketahui masyarakat secara real time.

"Informasi tersebut tidak hanya ditampilkan pada dashboard ketersediaan tempat tidur di rumah sakit, tetapi juga terintegrasi dengan aplikasi Mobile JKN sehingga dapat diakses langsung oleh peserta maupun keluarga pasien," katanya.

Menurut Rizzky, penyediaan informasi kapasitas tempat tidur secara terbuka merupakan salah satu langkah untuk mempermudah masyarakat memperoleh layanan kesehatan. Informasi tersebut juga diharapkan dapat mengurangi kesalahpahaman mengenai kondisi kapasitas rumah sakit.

"Dengan informasi yang terbuka dan terbarui, peserta dapat memperoleh gambaran mengenai ketersediaan tempat tidur sebelum mengakses layanan. Ini juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan transparansi layanan sekaligus membantu peserta mendapatkan informasi yang akurat," ucapnya.

Baca Juga: RSUD Cicalengka Nonaktifkan Sementara Perawat yang Komentari Pasien BPJS

Sementara itu, Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Lula Kamal mengatakan kapasitas tempat tidur rumah sakit di Indonesia masih berada di bawah sejumlah negara di kawasan.

Ia menyebutkan rasio tempat tidur di Indonesia saat ini sekitar 1,4 tempat tidur per 1.000 penduduk. Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan Malaysia yang mencapai sekitar 2,0 tempat tidur per 1.000 penduduk.

”Artinya, tantangan kita bukan hanya pada tata kelola layanan, tetapi juga bagaimana memperkuat kapasitas layanan kesehatan ini," kata Lula Kamal.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close