Lebih dari 100 Situs Bersejarah Iran Rusak Akibat Serangan AS-Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Mar 2026, 09:10
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Warga membersihkan puing-puing di antara bangunan yang hancur di daerah pemukiman di Teheran, Iran, 15 Maret 2026. ANTARA/Xinhua/Shadati/pri. Warga membersihkan puing-puing di antara bangunan yang hancur di daerah pemukiman di Teheran, Iran, 15 Maret 2026. ANTARA/Xinhua/Shadati/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Teheran - Kementerian Warisan Budaya dan Pariwisata Iran melaporkan bahwa serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel telah menyebabkan kerusakan besar terhadap situs bersejarah di negara tersebut.

Hingga kini, tercatat lebih dari 100 situs budaya mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.

“Jumlah situs bersejarah dan budaya yang rusak akibat serangan AS dan rezim Zionis di berbagai tempat telah mencapai 108,” demikian pernyataan kementerian yang dikutip kantor berita Tasnim.

Sebagian besar kerusakan dilaporkan terjadi di Teheran dengan total 60 situs terdampak.

Selain itu, 19 situs berada di Isfahan dan 12 lainnya di wilayah Kurdistan barat laut Iran.

Baca Juga: Prabowo dan Pemimpin Pakistan Direncanakan ke Teheran Iran untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

Kerusakan ini mencakup berbagai bangunan bersejarah yang memiliki nilai budaya tinggi.

Serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel dimulai pada Sabtu 28 Februari 2026, menyasar sejumlah target strategis di Iran, termasuk ibu kota Teheran.

Selain menyebabkan kerusakan fisik, serangan tersebut juga menimbulkan korban jiwa dari kalangan sipil.

Dalam peristiwa tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan tewas, yang semakin memperburuk situasi geopolitik di kawasan.

Baca Juga: Trump Disebut Incar Kuba Usai Perang Iran, Desak Presiden Mundur

Kondisi ini memicu respons keras dari pihak Iran.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke wilayah Israel serta menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Eskalasi konflik ini menimbulkan kekhawatiran global terkait dampaknya terhadap stabilitas regional dan perlindungan warisan budaya dunia.

(Sumber: Antara)

x|close