Hamas Kirim Surat Rahasia ke Mojtaba Khamenei, Isyaratkan Apa?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Mar 2026, 04:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Anggota pasukan Brigade Al-Qassam, sayap militer kelompok perlawanan Palestina, Hamas. ANTARA/Anadolu/as/am. Arsip foto - Anggota pasukan Brigade Al-Qassam, sayap militer kelompok perlawanan Palestina, Hamas. ANTARA/Anadolu/as/am. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Kelompok Hamas dilaporkan mengirimkan surat rahasia kepada pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, di tengah situasi perang yang melibatkan Teheran melawan Amerika Serikat dan Israel.

Isi surat tersebut mengungkap sinyal dukungan Hamas terhadap Iran dalam konflik yang kian memanas.

Surat itu menunjukkan potensi keberpihakan Hamas dalam menghadapi konfrontasi dengan Washington dan Tel Aviv. Hal ini berbeda dengan pernyataan publik Hamas sebelumnya pada Sabtu, 14 Maret 2026, yang justru meminta Iran agar tidak menyerang negara-negara Teluk dalam aksi balasannya.

Berdasarkan laporan media Israel KAN News yang dikutip dari Jerusalem Post, Rabu, 18 Maret 2026, Hamas disebut mengirimkan dua surat kepada kepemimpinan Iran.

Satu surat bersifat terbuka dengan nada diplomatis, sementara surat lainnya bersifat rahasia dan mencerminkan sikap yang lebih tegas.

Baca Juga: Hamas Minta Iran Hindari Serangan ke Negara Tetangga di Tengah Perang dengan AS-Israel

"Meskipun kelompok ini menegaskan hak Iran untuk merespons agresi ini dengan segala cara yang tersedia sesuai dengan norma dan hukum internasional, kelompok ini menyerukan kepada saudara-saudara kita di Iran untuk tidak menargetkan negara-negara tetangga," kata Hamas dalam suratnya yang bersifat publik.

Dalam surat rahasia, Hamas justru mendorong pemimpin Iran untuk "mengaktifkan semua front" di kawasan. Mereka juga menyerukan koordinasi dengan kelompok sekutu Iran di Lebanon, Irak, dan Yaman guna meningkatkan tekanan terhadap Israel.

"Gerakan Hamas hari ini berdiri teguh dengan seluruh kekuatannya di belakang kepemimpinan bijaksana Anda dalam menghadapi anarki 'Zionis-Amerika'," sebut Hamas dalam surat rahasia kepada Mojtaba.

Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei. /ANTARA/Xinhua/aa. <b>(Antara)</b> Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei. /ANTARA/Xinhua/aa. (Antara)

Selain itu, surat tersebut juga menegaskan loyalitas penuh Hamas terhadap kepemimpinan Iran, sekaligus menyoroti strategi "penyatuan arena" yang mengarah pada koordinasi berbagai front perlawanan terhadap Israel.

"Kita akan meraih kemenangan selanjutnya di bawah kepemimpinan Anda," kata Hamas dalam suratnya kepada pemimpin tertinggi Iran.

Tak hanya itu, Hamas juga melontarkan kritik terhadap negara-negara Arab yang telah menjalin normalisasi hubungan dengan Israel, dengan menyebut mereka sebagai "kubu yang kalah".

Baca Juga: Sri Lanka Berlakukan Sistem Penjatahan BBM Berbasis QR di Tengah Krisis Pasokan

"Mereka bahkan tidak berani melindungi orang-orang yang berlindung di pangkalan mereka," sindir Hamas dalam suratnya, merujuk pada situasi di negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pasukan AS saat serangan balasan Iran terjadi.

Lebih jauh, surat rahasia tersebut menegaskan bahwa Hamas tidak akan meletakkan senjata dalam kondisi apa pun. Pernyataan ini sekaligus menolak tuntutan berulang dari Amerika Serikat dalam proses negosiasi gencatan senjata di Gaza.

x|close