Ntvnews.id, Gaza - Kelompok militan Palestina, Hamas, menyerukan kepada Iran agar menahan diri dari menyerang negara-negara tetangganya di kawasan Timur Tengah. Seruan ini muncul ketika konflik antara Teheran melawan Amerika Serikat dan Israel masih terus berlangsung.
Dilansir dari Al Arabiya, Senin, 16 Maret 2926, pernyataan tersebut disampaikan Hamas dalam keterangan resmi yang dirilis pada Sabtu, 14 Marer 2026 waktu setempat. Kelompok yang juga terlibat konflik dengan Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 itu tetap menegaskan bahwa Iran memiliki hak untuk mempertahankan diri dari serangan yang dilakukan Washington dan Tel Aviv.
"Sembari menegaskan hak Republik Islam Iran untuk merespons agresi ini dengan segala cara yang tersedia sesuai dengan norma dan hukum internasional, kelompok ini menyerukan kepada saudara-saudara di Iran untuk menghindari penargetan negara-negara tetangga," kata Hamas dalam pernyataannya.
Selain itu, Hamas juga meminta komunitas internasional mengambil langkah untuk menghentikan konflik yang sedang berlangsung tersebut. Dalam pernyataan yang sama, kelompok itu menyerukan kepada masyarakat dunia untuk berupaya menghentikan perang yang tengah terjadi.
Baca Juga: Hamas Sampaikan Duka atas Kematian Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
Seruan Hamas muncul setelah sebelumnya kelompok yang dikenal memiliki hubungan dekat dengan Iran itu mengecam keras pembunuhan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei. Khamenei tewas dalam serangan awal yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.
Dalam pernyataan sebelumnya, Hamas mengutuk pembunuhan Khamenei sebagai kejahatan keji, sekaligus mengakui bahwa pemimpin Iran tersebut selama ini memberikan dukungan besar terhadap perjuangan mereka.
Kelompok itu juga menegaskan bahwa Khamenei memainkan peran penting dalam memberikan bantuan kepada perjuangan Palestina.
Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py (Antara)
"Dia memberikan semua bentuk dukungan politik, diplomatik, dan militer kepada rakyat kami, perjuangan kami, dan perlawanan kami," sebut Hamas dalam pernyataan sebelumnya yang dirilis setelah kematian Khamenei dikonfirmasi oleh otoritas Iran beberapa waktu lalu.
Di tengah konflik yang terus meningkat, Iran dilaporkan melancarkan sejumlah serangan menggunakan rudal dan drone ke beberapa negara di kawasan Teluk yang menjadi lokasi penempatan aset militer Amerika Serikat. Negara-negara tersebut antara lain Qatar, Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.
Serangan tersebut disebut sebagai langkah balasan Teheran atas pemboman yang dilakukan Amerika Serikat bersama sekutunya, Israel. Dampaknya, sejumlah wilayah di negara-negara Teluk mengalami kerusakan infrastruktur serta menimbulkan korban jiwa di beberapa lokasi.
Anggota pasukan Brigade Al Qassam, sayap militer kelompok perlawanan Hamas Palestina. (ANTARA)