Trump Ancam Hantam Infrastruktur Minyak Iran Jika Selat Hormuz Tetap Tutup

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Mar 2026, 11:49
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden AS Donald Trump. (ANTARA/Anadolu Ajansi/pri) Arsip foto - Presiden AS Donald Trump. (ANTARA/Anadolu Ajansi/pri) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Donald Trump melontarkan ancaman akan menyerang fasilitas minyak milik Iran di Pulau Kharg apabila kebebasan navigasi kapal di Selat Hormuz terganggu.

Peringatan tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di platform media sosial Truth Social. Ia menegaskan bahwa sejauh ini dirinya masih menahan diri untuk tidak menyasar infrastruktur energi Iran di pulau strategis tersebut.

"Saya telah memilih untuk TIDAK menghancurkan infrastruktur minyak di pulau itu. Namun, jika Iran, atau siapa pun, melakukan sesuatu untuk mengganggu kebebasan dan keamanan pelayaran kapal melalui Selat Hormuz, saya akan segera mempertimbangkan kembali keputusan ini," tulis Trump di Truth Social.

Trump juga menyinggung kemungkinan operasi militer yang lebih besar terhadap Iran. Ia menyatakan bahwa serangan udara terhadap fasilitas di Pulau Kharg dapat menjadi salah satu operasi pengeboman terbesar di kawasan tersebut.

Baca Juga: Donald Trump Tak Khawatir Isu Ancaman Drone Iran ke California

Trump menyebut serangan udara AS di pulau itu dalam operasi terhadap Iran akan menjadi “salah satu serangan pengeboman terkuat dalam sejarah Timur Tengah.”

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat tajam setelah serangan militer yang dilakukan Washington bersama Israel pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut menargetkan sejumlah lokasi di Iran, termasuk ibu kota Teheran.

Serangan itu menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban sipil, serta menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei. Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di berbagai lokasi di Timur Tengah.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/as/am) <b>(Antara)</b> Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/as/am) (Antara)

Memanasnya konflik tersebut juga berdampak pada jalur pelayaran energi global. Ketegangan di sekitar Iran dilaporkan memicu blokade de facto di Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama pengiriman minyak mentah dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar internasional.

Situasi ini turut memengaruhi tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut karena meningkatnya risiko keamanan di jalur pelayaran strategis itu.

Di sisi lain, militer Iran menegaskan bahwa mereka memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz. Pihak militer memperingatkan bahwa Amerika Serikat dan negara-negara yang terlibat dalam serangan terhadap Iran tidak memiliki hak untuk melintasi jalur perairan tersebut.

Baca Juga: Menhan AS Sebut Perang Itu Neraka” Usai 4 Prajurit Tewas

“Tanpa keraguan atau kelalaian apa pun, Selat Hormuz berada di bawah pengelolaan bijaksana pasukan angkatan laut pemberani Garda Revolusi. Agresor Amerika dan sekutu mereka tidak berhak untuk melintas di sini,” kata Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Central Headquarters, unit yang bertanggung jawab mengawasi operasi militer Iran, Kamis.

Selat Hormuz sendiri dikenal sebagai salah satu jalur maritim paling vital di dunia karena menjadi rute utama distribusi energi global, khususnya minyak dan gas dari kawasan Teluk menuju berbagai negara konsumen di seluruh dunia.

x|close