Trump Klaim AS Sepenuhnya Menghancurkan Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Mar 2026, 00:15
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden AS Donald Trump. (ANTARA/Anadolu Ajansi/pri) Arsip foto - Presiden AS Donald Trump. (ANTARA/Anadolu Ajansi/pri) (Antara)

Ntvnews.id, Istanbul – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa negaranya telah “sepenuhnya menghancurkan” Iran secara militer dan ekonomi. Pernyataan itu disampaikan Trump pada Jumat melalui platform media sosial Truth Social, sekaligus mengkritik laporan media The New York Times.

"Kami sepenuhnya menghancurkan rezim teroris Iran secara militer, ekonomi, dan lainnya. Namun, jika Anda membaca New York Times yang gagal, Anda akan berpikir keliru bahwa kami tidak menang," tulis Trump dalam unggahan di platform media sosial Truth Social, dikutip Jumat, 13 Maret 2026.

Trump menilai kemampuan militer Iran telah mengalami kerusakan besar akibat operasi militer yang berlangsung.

“Angkatan Laut Iran sudah tidak ada, Angkatan Udara mereka juga sudah tidak ada; rudal, drone, dan segala hal lainnya sedang dihancurkan dan para pemimpin mereka telah lenyap dari muka bumi," kata Trump.

Baca Juga: Pemimpin Houthi Dukungan Iran Hadapi Serangan AS-Israel

Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat memiliki kekuatan militer yang besar dan akan terus melanjutkan operasi yang sedang berjalan.

"Kami memiliki daya tembak yang tak tertandingi, amunisi tak terbatas, dan banyak waktu; lihat saja apa yang akan terjadi pada para penjahat gila ini hari ini," tulisnya.

Trump juga menuduh Iran telah lama melakukan berbagai aksi kekerasan di berbagai wilayah dunia.

Baca Juga: Prabowo Gelar Lima Rapat di Hambalang, Bahas Pendidikan, Geopolitik hingga Kesiapan Mudik Lebaran

“Mereka telah membunuh orang-orang tak bersalah di seluruh dunia selama 47 tahun dan sekarang saya, sebagai Presiden ke-47 Amerika Serikat, sedang membunuh mereka. Sungguh suatu kehormatan besar untuk melakukannya!" tegas Trump.

Pernyataan tersebut muncul di tengah operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran sejak 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk sejumlah pejabat tinggi.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan menggunakan drone dan rudal yang menyasar Israel, Irak, serta sejumlah negara di kawasan Teluk yang menjadi lokasi fasilitas militer milik Amerika Serikat.

(Sumber: Antara)

x|close