Masyarakat Lebih Pilih Transportasi KAI Lebih Aman dan Nyaman

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Jun 2026, 20:25
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi Kereta Ilustrasi Kereta (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Transformasi layanan yang dilakukan KAI atau PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam beberapa tahun terakhir menjadikannya salah satu contoh sukses pengelolaan transportasi publik di Indonesia. Konsistensi menghadirkan layanan KAI yang aman, nyaman, tepat waktu, dan berorientasi pada pelanggan membuat perusahaan ini tidak hanya menjadi rujukan di sektor transportasi, tetapi juga menginspirasi berbagai industri lain dalam meningkatkan kualitas layanan. Hal ini yang menjadi catatan dan diungkapkan oleh Djoko Setijowarno, Akademisi dan Pengamat Transportasi Darat dalam podcast bertajuk “Menilik Transformasi Pelayanan Kereta Api di Indonesia. Sudah Setara Global!”

Ia mengatakan, keberhasilan KAI tidak terlepas dari komitmen jangka panjang dalam menjaga kualitas layanan. Layanan KAI yang terus berkembang dinilai mampu membangun kepercayaan masyarakat sekaligus menciptakan standar baru dalam penyelenggaraan transportasi publik di Indonesia.

“Konsistensi dalam menghadirkan layanan berkualitas membuat banyak perusahaan menjadikan KAI sebagai sumber inspirasi, tidak hanya perusahaan transportasi,” ujar Djoko Setijowarno.

Ilustrasi- Penumpang menunggu kedatangan KRL Commuter Line Manggarai-Bogor di Stasiun Manggarai, Jakarta. <b>(ANTARA)</b> Ilustrasi- Penumpang menunggu kedatangan KRL Commuter Line Manggarai-Bogor di Stasiun Manggarai, Jakarta. (ANTARA)

Ia menilai bahwa jika dibandingkan dengan sejumlah negara maju, kualitas layanan transportasi publik di Indonesia saat ini sudah mampu bersaing. Layanan KAI menjadi salah satu contoh bagaimana operator transportasi dapat mengelola sistem yang tertib dan berfokus pada pengalaman pelanggan. Tingkat kedisiplinan pengguna transportasi publik di Indonesia juga dinilai cukup baik dan turut mendukung kualitas layanan yang diberikan.

Ia mencontohkan, di beberapa kota besar dunia seperti Paris masih ditemukan praktik pengguna yang menerobos gate untuk menghindari pembayaran tiket. Sementara itu, kondisi serupa relatif jarang terjadi di Indonesia. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan layanan KAI tidak hanya bergantung pada teknologi dan infrastruktur, tetapi juga didukung oleh budaya disiplin yang tumbuh di kalangan masyarakat.

Pengalaman studi banding ke berbagai negara juga memperlihatkan bahwa layanan KAI dan layanan transportasi publik Indonesia secara umum memiliki daya saing yang kuat. Menurut Djoko, sejumlah fasilitas publik di Indonesia bahkan dapat dikelola dengan lebih baik dibandingkan beberapa negara yang sebelumnya menjadi tujuan pembelajaran.

Salah satu contoh yang mencerminkan keunggulan layanan KAI adalah penyediaan fasilitas musala di berbagai stasiun. Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, kebutuhan akan ruang ibadah menjadi bagian penting dari pengalaman perjalanan masyarakat. KAI menjawab kebutuhan tersebut dengan menghadirkan musala yang bersih, memiliki kapasitas memadai, dan mudah diakses pelanggan.

“Fasilitas seperti ini tidak banyak ditemukan di negara lain. Bahkan, stasiun perkotaan yang dilengkapi fasilitas musala dengan standar layanan yang baik kemungkinan hanya dapat ditemukan di Indonesia. Kehadiran fasilitas tersebut menunjukkan bahwa layanan KAI tidak hanya berfokus pada aspek operasional, tetapi juga mampu memahami kebutuhan sosial dan budaya masyarakat yang dilayaninya,” kata dia.

Keberhasilan layanan KAI juga tercermin dari semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi berbasis rel. Berbagai inovasi yang dihadirkan, mulai dari digitalisasi layanan, peningkatan kenyamanan perjalanan, hingga perbaikan fasilitas stasiun, menjadikan layanan KAI semakin relevan dengan kebutuhan pelanggan modern.

Terlebih, KAI juga menghadirkan fitur Female Seat Map sebagai bentuk peningkatan kualitas layanan pada aplikasi Access by KAI demi memberikan ruang perjalanan yang aman dan nyaman dalam layanan kereta api antar kota bagi penumpang perempuan. Lewat layanan digital ini, pelanggan perempuan dapat memilih tempat duduk yang bersebelahan dengan sesama perempuan melalui integrasi data NIK yang mendeteksi gender secara otomatis. Berbagai upaya tersebut pun otomatis memperkuat posisi KAI sebagai salah satu wajah transportasi publik Indonesia yang berdaya saing.

Saat ini, Djoko melihat layanan transportasi publik di Jakarta telah berkembang menjadi benchmark bagi pemerintah daerah dan operator transportasi di berbagai wilayah Indonesia. Pengelolaan sistem metro di ibu kota dinilai telah menunjukkan praktik yang baik sehingga tidak selalu perlu mencari referensi ke luar negeri untuk menemukan contoh terbaik. Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa Indonesia mampu menghadirkan standar pelayanan transportasi publik yang kompetitif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Dalam konteks tersebut, layanan KAI menjadi salah satu bukti nyata bahwa kualitas layanan yang dibangun secara konsisten dapat berkembang dari sekadar sarana transportasi menjadi sumber inspirasi bagi berbagai sektor pelayanan publik di Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga: AHY Soroti Ketimpangan Anggaran Jalan dan Kereta Api

x|close