PBB Desak Iran Stop Serangan ke Negara Teluk, Tapi Tak Singgung Serangan AS-Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mar 2026, 12:07
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Utusan Khusus PBB untuk Yaman Hans Grundberg (di layar) berbicara melalui tautan video pada pertemuan Dewan Keamanan di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Rabu (9/7/2025). (ANTARA/Xinhua/HO-UN Photo/Loey Felipe/aa) Ilustrasi - Utusan Khusus PBB untuk Yaman Hans Grundberg (di layar) berbicara melalui tautan video pada pertemuan Dewan Keamanan di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Rabu (9/7/2025). (ANTARA/Xinhua/HO-UN Photo/Loey Felipe/aa) (Antara)

Ntvnews.id, PBB/New York - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengesahkan sebuah resolusi yang disusun oleh Bahrain pada Rabu, 11 Maret 2026, yang berisi tuntutan agar Iran menghentikan serangan terhadap negara-negara di kawasan Teluk.

Namun, resolusi tersebut tidak memuat pembahasan mengenai serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, sebagaimana dilaporkan koresponden RIA Novosti.

Dalam pemungutan suara, sebanyak 13 negara anggota Dewan Keamanan memberikan dukungan terhadap dokumen tersebut, sementara Rusia dan China memilih abstain.

Resolusi itu mengecam serangan Iran terhadap sejumlah negara di kawasan, yakni Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, serta Yordania, dan menuntut agar tindakan tersebut segera dihentikan.

Baca Juga: PBB: Tak Ada Bukti Program Senjata Nuklir di Iran

Meski demikian, resolusi tersebut tidak menyinggung serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, dan juga tidak memuat seruan agar kedua negara tersebut menghentikan operasi militernya.

Sebelumnya, pada Selasa, 10 Maret 2026, Perwakilan Tetap Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani menyampaikan kritik terhadap dokumen tersebut. Ia menilai beberapa anggota Dewan Keamanan berupaya memutarbalikkan fakta terkait pihak yang menjadi korban maupun pelaku agresi.

Pada Rabu sore waktu setempat, Dewan Keamanan juga dijadwalkan melakukan pemungutan suara terhadap rancangan resolusi yang diajukan Rusia mengenai konflik di Timur Tengah.

Deputi Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB Anna Evstigneeva menyatakan bahwa rancangan resolusi yang diajukan negaranya bersifat nonkonfrontatif dan berbeda dengan dokumen yang diajukan Bahrain.

Baca Juga: Iran Kecam Bungkamnya Dewan Keamanan PBB atas Serangan AS-Israel

Ketegangan di kawasan meningkat setelah Iran melancarkan serangan terhadap wilayah Israel dan target militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Serangan itu disebut sebagai balasan atas operasi militer gabungan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.

Pada hari pertama operasi militer tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan tewas. Selain itu, sebuah sekolah perempuan di wilayah selatan Iran juga terkena serangan udara.

Pemerintah Iran memperkirakan jumlah korban tewas akibat rangkaian serangan tersebut hingga kini telah melampaui 1.300 orang.

(Sumber: Antara) 

x|close