Ntvnews.id, New York - Kepala badan pengawas nuklir PBB menyatakan bahwa para inspektur belum menemukan indikasi adanya program terkoordinasi Iran untuk memproduksi senjata nuklir. Pernyataan ini sekaligus membantah tudingan dari Israel dan Amerika Serikat (AS) yang menuduh Teheran tengah mengembangkan persenjataan nuklir.
Dikutip dari Al Jazeera, Rabu, 4 Maret 2026 Direktur Jenderal International Atomic Energy Agency (IAEA), Rafael Grossi, mengatakan kepada NBC News bahwa lembaganya belum menemukan 'unsur-unsur program sistematis dan terstruktur untuk memproduksi senjata nuklir' di Iran.
Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa Teheran telah memperkaya uranium hingga tingkat kemurnian 60 persen, angka yang jauh melampaui kebutuhan untuk kepentingan energi sipil. Grossi menyebut pengayaan pada level tersebut sebagai sesuatu yang 'hanya dimiliki oleh negara-negara dengan senjata nuklir'.
Ia menegaskan bahwa para inspektur tidak dapat memastikan Iran memiliki niat membuat bom nuklir. Namun, menurutnya, akumulasi material tersebut memunculkan kekhawatiran serius.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Rabu, 4 Maret 2026 di Jakarta
Pengayaan itu, lanjutnya, merupakan 'sumber kekhawatiran yang kami miliki dan tidak ada tujuan yang jelas' dalam pengumpulan material pada tingkat tersebut.
"Sentrifuganya berputar terus-menerus dan menghasilkan semakin banyak material itu," katanya, seraya menambahkan bahwa secara teoritis jumlah tersebut akan 'cukup untuk menghasilkan lebih dari 10 hulu ledak nuklir'.
"Tetapi apakah mereka memilikinya? Tidak," ujarnya.
Ilustrasi - Rudal Israel serang Iran. ANTARA/Anadolu (Antara)
Pada Sabtu, 28 Februari 2026, AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi negara tersebut, Ali Khamenei, beserta sejumlah komandan militer senior.
Sebagai respons, Iran menyatakan akan membalas serangan tersebut. Teheran kemudian menargetkan sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Asia Barat, termasuk di Qatar, Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Kuwait.
Selain itu, Iran juga melancarkan serangan ke Israel. Kelompok yang didukung Iran, seperti Hizbullah, turut melakukan serangan terhadap negara tersebut.
Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py (Antara)