Ntvnews.id, Moskow - Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright pada Kamis mengatakan bahwa militer Amerika saat ini belum siap untuk mengawal kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
"Kami belum siap. Semua aset militer kami saat ini difokuskan untuk menghancurkan kemampuan ofensif Iran dan industri manufaktur yang menyediakan kemampuan ofensif mereka," kata Wright kepada CNBC.
Wright juga menyebutkan bahwa operasi militer Amerika terhadap Iran diperkirakan berlangsung selama beberapa pekan, bukan berbulan-bulan.
Ketika ditanya apakah Angkatan Laut Amerika Serikat akan mulai mengawal sejumlah kapal yang melintas di Selat Hormuz pada akhir Maret, Wright mengatakan kemungkinan besar langkah tersebut akan dilakukan.
Baca Juga: Perintah Mojtaba Khamenei: Tetap Tutup Selat Hormuz
"Itulah yang sedang dikerjakan militer," ujarnya.
Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran yang mengakibatkan kerusakan serta korban sipil.
Serangan itu kemudian dibalas Iran dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Rekam Rudal Iran di Langit Dubai, Turis Terancam Hukuman Penjara
Amerika Serikat dan Israel pada awalnya menyatakan bahwa operasi militer tersebut dilakukan untuk menghadapi ancaman yang mereka nilai berasal dari program nuklir Iran.
Namun, keduanya kemudian menegaskan bahwa serangan tersebut juga berkaitan dengan upaya untuk mendorong perubahan kekuasaan di Iran.
(Sumber: Antara)
Personel Angkatan Laut Amerika Serikat berjaga di Kapal USS Blue Ridge (LCC 19) saat berlabuh di dermaga JICT 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (26/7/2023). USS Blue Ridge (LCC-19) yang merupakan kapal komando amfibi Armada ke-7 Amerika Serik (Antara)