Kapal Kargo Diserang di Selat Hormuz, Thailand Panggil Dubes Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mar 2026, 03:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Api keluar dari kapal kargo setelah diserang di Selat Hormuz pada 11 Maret 2026. (ANTARA/Xinhua/Handout Royal Thai Navy) Api keluar dari kapal kargo setelah diserang di Selat Hormuz pada 11 Maret 2026. (ANTARA/Xinhua/Handout Royal Thai Navy) (Antara)

Ntvnews.id, Bangkok - Pemerintah Thailand memanggil Duta Besar Iran untuk Bangkok, Nassereddin Heidari, setelah sebuah kapal kargo milik Thailand terkena serangan proyektil pada Rabu, 11 Maret 2026. Insiden tersebut terjadi di perairan sekitar Selat Hormuz yang saat ini menjadi titik panas konflik kawasan.

Dilansir dari Bloomberg, Jumat, 13 Maret 2026, menyebut pemerintah Thailand meminta klarifikasi dari Heidari terkait serangan yang menimpa kapal tersebut. Bangkok menilai insiden itu sebagai tindakan yang melanggar hukum internasional.

Pemerintah Thailand bahkan menyatakan serangan tersebut merupakan "pelanggaran serius terhadap hukum internasional."

Kapal kargo bernama Mayuree Naree yang dimiliki perusahaan pelayaran Precious Shipping dilaporkan menjadi target serangan rudal Iran. Informasi dari Pusat Pengendalian Lalu Lintas Maritim dan Kapal Angkatan Laut Thailand menyebut serangan terjadi sekitar pukul 11.10 waktu Thailand, tidak lama setelah kapal melintasi Selat Hormuz.

Baca Juga: Kapal Kargo Thailand Diserang di Selat Hormuz, 20 Awak Berhasil Diselamatkan

Dua proyektil menghantam permukaan laut di sekitar kapal dan memicu ledakan di bagian buritan serta ruang mesin. Akibat insiden tersebut, tiga awak kapal hingga kini masih dinyatakan hilang.

Kapal tersebut diketahui membawa total 23 awak berkewarganegaraan Thailand. Sebanyak 20 orang berhasil menyelamatkan diri menggunakan sekoci sebelum akhirnya mendarat di Khasab, Oman.

Saat insiden terjadi, kapal Mayuree sedang dalam perjalanan menuju pelabuhan Kandla, Gujarat, India dari Pelabuhan Khalifa, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Hingga kini, unit angkatan laut Oman masih melakukan operasi pencarian terhadap awak kapal yang belum ditemukan.

Ilustrasi Selat Hormuz, Iran. /ANTARA/Anadolu/py. <b>(Antara)</b> Ilustrasi Selat Hormuz, Iran. /ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Menurut laporan Bangkok Post, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) pada Rabu mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap kapal tersebut. IRGC menyatakan bahwa Mayuree Naree serta sebuah kapal lain milik Israel tidak mengindahkan peringatan yang diberikan oleh angkatan laut Iran.

"Kapal Express Rome milik Israel, yang mengibarkan bendera Liberia, dan kapal kontainer Mayuree Naree, dihantam oleh proyektil Iran dan berhenti setelah mengabaikan peringatan dari pasukan angkatan laut IRGC," demikian pernyataan IRGC, seperti disiarkan kantor berita Iranian Students' News Agency.

Komandan Angkatan Laut IRGC, Alireza Tangsiri, juga menegaskan melalui unggahan di platform X bahwa setiap kapal yang hendak melintas di kawasan tersebut wajib mendapatkan izin dari Iran.

"setiap kapal yang bermaksud melintas harus mendapat izin dari Iran".

x|close