Kapolres Metro Bekasi Bantah Tudingan Terlibat Kasus Dugaan Korupsi MBG

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Jun 2026, 09:25
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Kepala Polresta Cirebon Kombes Pol Sumarni (tengah) memberikan keterangan di Cirebon, Jawa Barat, Senin (6/10/2025). Kepala Polresta Cirebon Kombes Pol Sumarni (tengah) memberikan keterangan di Cirebon, Jawa Barat, Senin (6/10/2025). (ANTARA)

Ntvnews.id, Jakarta - Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Pol. Sumarni menegaskan dirinya tidak memiliki keterkaitan dengan dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini tengah diselidiki Kejaksaan Agung.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk merespons beredarnya unggahan viral di media sosial yang mencantumkan namanya dalam daftar pihak yang disebut-sebut terkait dengan perkara tersebut. Dalam daftar yang beredar, terdapat sejumlah nama dari kalangan politisi, pejabat, hingga aparat penegak hukum.

"Saya tegaskan bahwa saya tidak memiliki keterlibatan apa pun dalam dugaan penyimpangan program MBG maupun aktivitas di lingkungan Badan Gizi Nasional," katanya di Cikarang, Kamis.

Sumarni menjelaskan, hubungan dirinya dengan mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya hanya sebatas komunikasi terkait usulan pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan Pondok Pesantren Buntet, Cirebon.

Menurut dia, komunikasi tersebut tidak pernah berkaitan dengan proyek maupun urusan keuangan dalam program MBG.

Baca Juga: Xiaomi Mix Fold 5 Bocor! Usung Kamera 200MP dan Baterai Besar, Harga Tembus Rp26 Jutaan

"Saya pernah diminta tolong oleh yang bersangkutan untuk membantu pembuatan SPPG di lingkungan pondok pesantren wilayah Cirebon. Itu saja, tidak ada yang lain," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembicaraan yang dilakukan dengan Sony Sonjaya hanya menyangkut rencana pembentukan unit layanan dapur SPPG. Bahkan, sejumlah rencana pendirian SPPG yang sempat dijanjikan kepada berbagai pihak pada akhirnya tidak terealisasi.

"Cuma komunikasi saja. Banyak pihak dan banyak tokoh yang katanya akan diberikan SPPG. Tapi pada akhirnya juga tidak terealisasi," katanya.

Lebih lanjut, Sumarni mengungkapkan bahwa dirinya sempat menyampaikan aspirasi sejumlah pihak yang mempertanyakan kejelasan realisasi program tersebut. Atas dasar itu, ia menghubungi Sony Sonjaya untuk meminta penjelasan.

"Saya mengobrol dan diskusi dengan beliau, mohon izin Jenderal, minta tolong untuk SPPG karena banyak yang merasa hanya di-PHP. Itu saja. Tidak ada bayar-membayar. Saya tidak dibayar, saya juga tidak bayar dan tidak mendapatkan keuntungan apa pun," ujarnya.

Kapolres Metro Bekasi itu kembali menepis tuduhan yang mengaitkan dirinya dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola program MBG. Ia menegaskan keterlibatannya hanya sebatas mengupayakan pendirian SPPG untuk Pondok Pesantren Buntet.

"Enggak benar itu. Saya tidak ada terlibat korupsi di BGN. Dulu saya hanya minta bantuan untuk Pondok Pesantren Buntet agar bisa didirikan SPPG," kata dia.

Sementara itu, Kejaksaan Agung masih terus mendalami keterangan sejumlah pihak dalam penyelidikan dugaan penyimpangan tata kelola program MBG. Penyidik juga menelusuri nama-nama yang muncul dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya yang kini telah berstatus tersangka.

x|close