Ntvnews.id, Taheran - Presiden Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel hanya dapat dihentikan apabila sejumlah tuntutan utama dari Teheran dipenuhi oleh komunitas internasional dan pihak-pihak terkait.
Dilansir dari Al Arabiya, Jumat, 13 Maret 2026, dalam pernyataan yang diunggah melalui platform media sosial X, Pezeshkian menegaskan bahwa penghentian perang hanya bisa dicapai apabila hak-hak Iran diakui, kompensasi diberikan, serta ada jaminan internasional yang kuat untuk mencegah terulangnya agresi serupa di masa depan.
Ia juga menegaskan bahwa Iran pada dasarnya tetap berkomitmen menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan. Hal tersebut disampaikan Pezeshkian saat melakukan percakapan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif.
Dalam pembicaraan tersebut, Pezeshkian menekankan bahwa Iran tidak memiliki niat untuk berkonflik dengan negara-negara tetangga di kawasan.
Baca Juga: Dubes Iran di Rusia Tegaskan Iran Hanya Ingin Kemenangan atas AS dan Israel
Meski demikian, Iran menegaskan bahwa setiap serangan yang dilancarkan hanya akan menargetkan lokasi tertentu yang digunakan sebagai titik peluncuran serangan terhadap wilayah Iran. Menurut Sharif, langkah tersebut menunjukkan bahwa Iran memiliki hak sah untuk melakukan pembelaan diri.
Lebih jauh, Pezeshkian juga memperingatkan masyarakat internasional tentang konsekuensi apabila akar permasalahan konflik ini diabaikan. Ia menyebut kegagalan menangani penyebab utama perang dan agresi militer terhadap Iran berpotensi mengganggu stabilitas keamanan global.
Ilustrasi - Sebuah rudal diluncurkan dari sebuah kapal perang selama latihan militer Iran. ANTARA/Anadolu/am. (Antara)
Sejalan dengan pernyataan presiden, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan akan terus melancarkan serangan terhadap pangkalan militer milik Israel dan Amerika Serikat yang berada di berbagai wilayah Timur Tengah.
Serangan tersebut dilaporkan akan berlanjut hingga Iran menilai bahwa ancaman perang terhadap negara mereka benar-benar telah berakhir.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (ANTARA/Xinhua) (Antara)