Presiden Iran Sebut Pengakuan Hak Iran Jadi Kunci Akhiri Perang dengan AS dan Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mar 2026, 15:55
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (ANTARA/Xinhua) Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (ANTARA/Xinhua) (Antara)

Ntvnews.id Teheran – Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu 11 Maret 2026 menyatakan bahwa pengumuman konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel hanya dapat tercapai jika hak-hak sah Iran diakui, disertai pembayaran ganti rugi serta jaminan internasional yang jelas untuk mencegah terjadinya agresi di masa mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian melalui unggahan di platform media sosial X.

Dalam pesannya, ia juga menegaskan bahwa Iran tetap berkomitmen untuk menjaga perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Pada hari yang sama, angkatan bersenjata Iran juga memperingatkan kemungkinan serangan balasan dalam skala besar jika Amerika Serikat melakukan serangan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Peringatan tersebut disampaikan oleh juru bicara angkatan bersenjata Iran Abolfazl Shekarchi dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB TV.

Baca Juga: 

Presiden Iran: Kami Akan Balas Serangan dari Negara Mana Pun

Pernyataan itu muncul setelah Komando Pusat Amerika Serikat melalui akun berbahasa Persia di platform X mengimbau warga sipil di Iran untuk menjauh dari fasilitas pelabuhan yang tengah digunakan oleh angkatan laut Iran.

“Kalau AS melakukan ancamannya terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, maka tidak ada pelabuhan, pusat ekonomi, atau titik di Teluk Persia yang akan berada di luar jangkauan kami,” kata Shekarchi.

Sebelumnya pada Sabtu 28 Februari 2026, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan militer yang menargetkan Teheran serta sejumlah kota lain di Iran.

Serangan tersebut melaporkan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, sejumlah komandan senior militer, serta warga sipil.

Baca Juga:  Presiden Iran Tunjuk Majid Ebnelreza Sebagai Menteri Pertahanan Sementara

Sebagai tanggapan, Iran kemudian meluncurkan gelombang serangan menggunakan rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta berbagai aset milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

(Sumber: Antara)

 

x|close