Iran Larang Kapal AS dan Sekutunya Melintas Selat Hormuz

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mar 2026, 10:34
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Kapal tanker melintas di Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Anadolu/py. Ilustrasi - Kapal tanker melintas di Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ntvnews.id, Ankara - Angkatan Bersenjata Iran kembali menegaskan bahwa mereka menguasai penuh Selat Hormuz dan tidak akan mengizinkan Amerika Serikat maupun negara-negara yang terlibat dalam serangan terhadap Iran baru-baru ini untuk melintasi jalur perairan strategis tersebut.

“Tanpa keraguan atau kelalaian apa pun, Selat Hormuz berada di bawah pengelolaan bijaksana pasukan angkatan laut pemberani Garda Revolusi. Agresor Amerika dan sekutu mereka tidak berhak untuk melintas di sini,” kata Khatam al-Anbiya Central Headquarters, markas pusat yang bertanggung jawab mengawasi operasi militer Iran, pada Kamis.

Sebelumnya, Iran juga menyatakan telah menutup Selat Hormuz bagi kapal-kapal yang berasal dari negara yang terkait dengan serangan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia karena menjadi rute utama distribusi energi global, terutama pengiriman minyak dari kawasan Timur Tengah ke berbagai negara.

Baca Juga: Pasukan Quds Iran Bersumpah Terus Lawan AS-Israel

Secara terpisah, UK Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan bahwa sebuah kapal kontainer terkena “objek tak dikenal” sekitar 65 kilometer di utara Jebel Ali Port di Uni Emirat Arab, yang menyebabkan kebakaran kecil di atas kapal.

Dalam pernyataannya, organisasi pemantau keamanan maritim tersebut menyebut kapten kapal melaporkan bahwa kapal kontainer itu dihantam objek yang belum teridentifikasi sehingga memicu kebakaran kecil. Tingkat kerusakan secara keseluruhan masih belum dapat dipastikan karena kondisi gelap saat kejadian.

UKMTO menambahkan seluruh awak kapal dilaporkan selamat dan sejauh ini tidak ditemukan dampak lingkungan akibat insiden tersebut.

Baca Juga: Prabowo Ajak Ulama dan Ormas Islam Bersatu Hadapi Gejolak Geopolitik Global

Pihak berwenang juga telah meluncurkan penyelidikan terkait kejadian itu serta mengimbau kapal-kapal yang melintas di kawasan tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan kepada UKMTO.

Perkembangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan setelah Iran melancarkan serangan balasan atas operasi militer gabungan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.

(Sumber: Antara)

x|close