Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengajak para tokoh ulama serta pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam untuk berada dalam satu barisan menghadapi dinamika geopolitik global yang terus berkembang.
Ajakan tersebut disampaikan Prabowo saat menggelar pertemuan sekaligus diskusi bersama para ulama dan pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 5 Maret 2026. Pertemuan berlangsung sejak pukul 16.00 WIB hingga sekitar pukul 23.00 WIB dan dibagi menjadi dua sesi.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menjelaskan bahwa agenda tersebut diisi dengan pembahasan mendalam terkait kondisi geopolitik global serta situasi perekonomian nasional.
"Jadi, tadi dari jam 4 (sore), sampai buka puasa, Bapak Presiden didampingi oleh Pak Mensesneg (Prasetyo Hadi), sama Pak Menko Pangan (Zulkifli Hasan), sama Pak Ketua MPR (Ahmad Muzani) melakukan diskusi intensif dengan tiga tokoh ulama dan tokoh Islam di Indonesia," kata Nusron.
Ia menyebutkan bahwa tiga tokoh yang hadir pada sesi pertama yakni Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama K.H. Miftachul Akhyar, Ketua Umum Muhammadiyah Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, serta Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia K.H. Anwar Iskandar.
Baca Juga: Momen Prabowo Buka Puasa Bersama Tokoh dan Pimpinan Ormas Islam di Istana Merdeka
Setelah sesi awal tersebut, pertemuan dilanjutkan dengan diskusi bersama para pimpinan ormas Islam, tokoh masyarakat, serta pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah di Indonesia.
Menurut Nusron, sekitar 86 pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam hadir dalam forum tersebut. Beberapa pimpinan pondok pesantren yang turut hadir antara lain pimpinan Pondok Pesantren Gontor K.H. Hasan Abdullah Sahal, pimpinan Pondok Pesantren Ploso K.H. Nurul Huda Jazuli, pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng K.H. Abdul Hakim Mahfudz, serta perwakilan dari Pondok Pesantren Lirboyo, Darunnajah, dan Al-Bahjah.
Dalam diskusi tersebut, Presiden memaparkan perkembangan geopolitik dan geoekonomi global, khususnya yang berkaitan dengan konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Selain itu, Prabowo juga menjelaskan kondisi ekonomi dan sosial di dalam negeri serta berbagai langkah yang disiapkan pemerintah untuk mengantisipasi dampak konflik global, termasuk kemungkinan terjadinya krisis pangan dan energi.
Momen Prabowo Berbuka Puasa Bersama Tokoh dan Pimpinan Ormas Islam di Istana Merdeka (Istimewa)
Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga memaparkan kebijakan perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat, termasuk terkait kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART).
Menurut Nusron, kebijakan tersebut diambil sebagai langkah untuk menjaga daya saing produk Indonesia di pasar Amerika Serikat sekaligus menghindari potensi pengenaan tarif tinggi terhadap ekspor nasional.
Dari hasil pertemuan itu, para ulama dan pimpinan ormas Islam menyatakan komitmennya untuk terus menjaga komunikasi dengan pemerintah serta mendukung berbagai langkah Presiden dalam menjaga stabilitas nasional dan mendorong terciptanya perdamaian dunia.
"Kemudian mengambil satu kesimpulan, berharap kepada pimpinan ormas, tokoh-tokoh Islam ini bersama dengan Bapak Presiden dalam satu barisan," kata Nusron.
Ia juga mengungkapkan bahwa Presiden saat ini tengah mengupayakan berbagai langkah diplomasi guna meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk membuka kemungkinan jalur komunikasi dengan Iran.
Menurut Nusron, upaya tersebut juga memperoleh dukungan dari sejumlah negara di kawasan Timur Tengah dan negara Islam lainnya, seperti Pakistan dan Uni Emirat Arab.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid (NTVnews)