Mendiktisaintek: Perguruan Tinggi Siap Dukung Percepatan Transisi Energi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Mar 2026, 22:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) (NTVNews)

Ntvnews.id, Jakarta - Perguruan tinggi di Indonesia siap mendukung percepatan implementasi energi bersih dan transisi energi nasional melalui penguatan riset dan kajian ilmiah.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam keterangannya kepada awak media usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri terkait di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 5 Maret 2026.

Menurut Mendiktisaintek, Presiden menginstruksikan agar perguruan tinggi turut berperan aktif dalam mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan, khususnya dalam mendukung pemanfaatan solar cell dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Baca Juga: Menkomdigi Marahi Meta: Kalau Urusan Palestina Langsung Hilang, Hoaks Lain Lama!

“Kami dari perguruan tinggi, riset hasil-hasil penelitian dan juga kajian-kajian itu diminta mendukung percepatan solar cell, PLTS, terutama untuk mengganti pembangkit-pembangkit yang harganya masih mahal, yaitu pembangkit-pembangkit yang berasal dari diesel,” ujarnya kepada awak media.

Ia menjelaskan bahwa dukungan perguruan tinggi akan difokuskan pada penyediaan riset, kajian kebijakan, serta inovasi teknologi yang dapat mempercepat implementasi program transisi energi. Dalam pelaksanaannya, koordinasi program tersebut akan dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) <b>(NTVnews)</b> Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) (NTVnews)

Selain pengembangan energi terbarukan, pemerintah juga mendorong percepatan konversi kendaraan berbahan bakar minyak menuju kendaraan listrik. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil yang harganya sangat dipengaruhi dinamika global.

“Kita tahu dalam keadaan sekarang harga BBM tinggi, sehingga dampaknya sangat besar. Jadi Pak Presiden meminta agar tadi beberapa menteri yang terkait untuk mempercepat pelaksanaan ini sehingga ketergantungan kita terhadap impor, ketergantungan kita terhadap harga yang mungkin cepat berubah itu bisa dikurangi,” jelasnya.

Baca Juga: Prabowo Tunjuk Bahlil Pimpin Satgas Percepatan Transisi Energi

Lebih lanjut, pemerintah juga mendorong penggunaan kompor listrik sebagai alternatif pengganti kompor berbasis LPG. Kebijakan ini diharapkan dapat menekan ketergantungan terhadap LPG subsidi sekaligus menjaga stabilitas anggaran negara.

“Ketika harga LPG naik, ketergantungan kita terhadap LPG subsidi kita, beban subsidi LPG listrik itu intinya harus kita kurangi sehingga APBN kita lebih stabil. Jadi itu kita tentu karena Kementerian Diktisaintek sifatnya kita mendukung hasil-hasil kajian, kita percepat kajian-kajian, penelitian-penelitian terkait tiga hal tadi, itu kita akan dikoordinasikan oleh Bapak Menteri ESDM,” pungkasnya.

x|close