Trump Peringatkan Iran Bakal Bayar Mahal Kalau Ada Tentara AS yang Tewas Lagi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Jul 2026, 21:14
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip - Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026 Arsip - Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Amerika Serikat - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Iran dengan menyatakan negara tersebut akan menghadapi konsekuensi besar apabila kembali ada personel militer AS yang tewas di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

“Setiap kali Iran membunuh seorang tentara Amerika, mereka akan membayar berkali-kali lipat atas tindakan itu,” tulis Trump melalui platform media sosial Truth Social pada Senin, 20 Juli 2026 waktu setempat.

Trump mengatakan instruksi tersebut telah disampaikan kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Daniel Caine, serta seluruh jajaran pimpinan militer Amerika Serikat.

Pernyataan itu disampaikan saat militer AS masih melanjutkan serangan udara ke sejumlah lokasi di Iran, dengan sebagian besar sasaran berada di wilayah selatan negara tersebut.

Sebagai respons, Teheran melancarkan serangan balasan yang menargetkan fasilitas dan pangkalan yang diklaim digunakan oleh militer Amerika Serikat di beberapa negara kawasan.

Baca juga: Trump Jamin Netanyahu Tak Bakal Ditangkap Jika Berkunjung ke AS

Sementara itu, Pentagon mengonfirmasi tiga personel militer AS meninggal dunia pada akhir pekan. Korban terdiri atas dua prajurit yang bertugas di pangkalan militer di Yordania dan satu prajurit lainnya di wilayah Irak utara.

Insiden saling serang tersebut terjadi meski Amerika Serikat dan Iran sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada Juni 2026 sebagai upaya mengakhiri konflik dan membuka jalan menuju perjanjian damai yang berkelanjutan.

Menurut laporan CNN, kedua negara sedang membahas kemungkinan penerapan gencatan senjata selama 10 hari untuk menghentikan permusuhan sekaligus membuka kembali jalur negosiasi. Usulan itu juga mencakup pencabutan pembatasan di Selat Hormuz.

Di sisi lain, Gedung Putih menyatakan proses diplomatik masih berlangsung bersamaan dengan langkah untuk meminta pertanggungjawaban Iran atas kematian personel militer AS.

Baca juga: Baru Dilantik Jadi PM Inggris, Andy Burnham Langsung Telepon Donald Trump

“Saat ini, Presiden Trump berfokus memastikan Iran mempertanggungjawabkan pelanggaran terhadap nota kesepahaman serta aksi terorisme yang terus dilakukan di Selat Hormuz,” kata seorang pejabat AS.

Pejabat tersebut juga menegaskan bahwa pemerintahan Trump akan meminta Iran bertanggung jawab atas tewasnya tentara Amerika Serikat dalam insiden terbaru.

“Pukulan telak ini akan terus berlanjut sampai presiden memutuskan sebaliknya, tetapi pembicaraan antara negara kita terus berlanjut,” ujarnya.

(Sumber: Antara)

x|close