Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan tidak lagi memedulikan nota kesepahaman (MoU) damai antara Washington dan Teheran. Meski demikian, ia kembali menegaskan bahwa pemerintahannya tetap berkomitmen mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
Dilansir dari Al Jazeera, Senin, 20 Juli 2026, pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara singkat dengan stasiun televisi kabel AS, NewsNation.
Saat ditanya mengenai keputusan Teheran yang menyatakan tidak lagi mematuhi nota kesepahaman AS-Iran yang ditandatangani pada bulan lalu, Trump menjawab singkat, "Saya tidak peduli."
Trump kembali menekankan bahwa tujuan utama Amerika Serikat dalam konflik tersebut adalah memastikan Iran tidak memiliki kemampuan mengembangkan senjata nuklir.
Baca Juga: Donald Trump Nyinyir Taktik Bertahan Inggris saat Lawan Argentina
Sebelumnya, nota kesepahaman antara Washington dan Teheran ditandatangani pada pertengahan Juni dengan tujuan menghentikan perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran sejak Februari lalu.
Namun, ketegangan kembali meningkat setelah kedua negara berselisih terkait pengelolaan Selat Hormuz. Perselisihan itu kemudian berkembang menjadi aksi saling serang antara Amerika Serikat dan Iran.
Konflik tersebut juga mulai meluas ke kawasan Semenanjung Arab. Perkembangan terbaru menunjukkan dua personel militer Amerika Serikat dilaporkan tewas akibat serangan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) Iran yang menghantam wilayah Yordania.
Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada Rabu, 8 Juli 2026. (Antara)