Ntvnews.id, Jakarta - Sekretaris Supreme National Security Council of Iran, Ali Larijani, menanggapi ancaman dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyatakan kemungkinan menyerang infrastruktur listrik milik Iran. Larijani memperingatkan bahwa langkah tersebut dapat memicu pemadaman besar di kawasan.
Dalam unggahan di platform X, Larijani menyinggung pernyataan Trump yang sebelumnya mengklaim bahwa Washington mampu melumpuhkan sistem kelistrikan Iran dalam waktu singkat.
"Trump mengatakan 'kita dapat menghancurkan kapasitas listrik Iran dalam satu jam, tetapi kita belum melakukannya'," kata Larijani dalam sebuah unggahan di X, dilansir dari AFP, Jumat, 13 Maret 2026.
Larijani menegaskan bahwa jika ancaman tersebut benar-benar diwujudkan, dampaknya tidak hanya dirasakan Iran tetapi juga seluruh kawasan di sekitarnya. Menurut dia, pemadaman listrik dapat terjadi dalam waktu kurang dari setengah jam.
Baca Juga: Dubes Iran di Rusia Tegaskan Iran Hanya Ingin Kemenangan atas AS dan Israel
"Nah, jika mereka melakukannya, seluruh kawasan akan gelap dalam waktu kurang dari setengah jam dan kegelapan memberikan kesempatan yang cukup untuk memburu tentara AS yang berlari mencari keselamatan," ucap dia.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. Sebelumnya, Trump mengungkapkan bahwa pemerintah AS hingga kini masih menahan diri untuk tidak menargetkan fasilitas pembangkit listrik di Iran.
Orang-orang menghadiri prosesi pemakaman sejumlah komandan militer tinggi Iran yang tewas dalam serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap negara itu di Teheran, Iran, pada 11 Maret 2026. (ANTARA/Xinhua/Shadati) (Antara)
Meski demikian, Trump juga menegaskan bahwa Amerika Serikat siap melancarkan serangan terhadap infrastruktur tersebut apabila Teheran mengambil langkah untuk mengganggu pasokan minyak dunia.
Ketegangan ini juga berkaitan dengan situasi di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis bagi perdagangan energi global. Dalam beberapa hari terakhir, Iran diketahui meningkatkan pemantauan di wilayah tersebut.
Bahkan, Iran disebut tidak ragu mengambil tindakan terhadap kapal-kapal yang tetap melintasi Selat Hormuz untuk mengangkut minyak ke berbagai negara. Situasi ini memicu kekhawatiran akan terganggunya distribusi energi dunia jika konflik antara kedua negara terus meningkat.
Bendera Iran ((Antara))