Pemimpin Houthi Dukungan Iran Hadapi Serangan AS-Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mar 2026, 12:23
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Arsip foto - Seorang pengunjuk rasa memegang model rudal Houthi selama protes terhadap serangan Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza serta sanksi yang dipimpin AS terhadap kelompok Houthi di Sanaa, Yaman (16/2/2024). ANTARA/Xinhua/Mohammed Moham Arsip foto - Seorang pengunjuk rasa memegang model rudal Houthi selama protes terhadap serangan Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza serta sanksi yang dipimpin AS terhadap kelompok Houthi di Sanaa, Yaman (16/2/2024). ANTARA/Xinhua/Mohammed Moham (Antara)

Ntvnews.id, Yaman – Pemimpin kelompok Houthi di Yaman, Abdul-Malik al-Houthi, pada Kamis 12 Maret 2026, menyatakan bahwa kelompoknya akan memberikan dukungan kepada Iran dalam menghadapi apa yang disebutnya sebagai “agresi AS-Israel”.

Ia juga menegaskan kesiapan gerakan tersebut untuk menghadapi berbagai kemungkinan perkembangan dalam konflik yang tengah berlangsung.

Dalam pidato yang disiarkan oleh stasiun televisi Al-Masirah TV, al-Houthi menyampaikan bahwa serangan terhadap Iran merupakan “perang terhadap Islam dan Muslim” serta memperingatkan bahwa konflik tersebut berpotensi meluas ke seluruh kawasan.

Ia menegaskan bahwa kelompok Houthi berdiri bersama rakyat Iran dan Republik Islam Iran, sekaligus menambahkan bahwa kelompok tersebut “siap untuk semua perkembangan dalam pertempuran ini.”

Baca Juga: Houthi Yaman Lemparkan Ancaman yang Buat Israel Terguncang

Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan militer gabungan terhadap Iran pada Sabtu 28 Februari 2026.

Menurut otoritas Iran, serangan tersebut telah menyebabkan sekitar 1.300 orang tewas dan lebih dari 10.000 lainnya mengalami luka-luka.

Sebagai respons, Teheran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

Baca Juga: Mojtaba Khamenei Perintahkan Blokade Selat Hormuz, Desak Negara Teluk Tutup Pangkalan Militer AS

(Sumber: Antara)

x|close