Konflik Iran Ancam Pariwisata Timur Tengah, Kerugian Capai Rp10 Triliun per Hari

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mar 2026, 08:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Marina Dubai Marina Dubai (Betterhomes)

Ntvnews.id, Jakarta -  Meningkatnya ketegangan di Iran mulai memberikan dampak terhadap sektor perjalanan dan pariwisata di kawasan Timur Tengah. World Travel & Tourism Council (WTTC) memperkirakan gangguan yang terjadi berpotensi mengurangi pengeluaran wisatawan internasional hingga sekitar 600 juta dolar AS atau sekitar Rp10 triliun setiap hari.

Perkiraan tersebut muncul seiring terganggunya operasional penerbangan, menurunnya tingkat kepercayaan wisatawan, serta melemahnya konektivitas perjalanan antarnegara di kawasan tersebut.

Selama ini, Timur Tengah memegang peran penting dalam industri perjalanan global. Wilayah ini menyumbang sekitar 5 persen dari total kedatangan wisatawan internasional dunia dan sekitar 14 persen dari lalu lintas transit internasional. Karena itu, gangguan yang terjadi di kawasan ini dinilai dapat memengaruhi permintaan perjalanan secara global.

Dilansir dari Trade Arabia, Jumat, 13 Maret 2026, dampak konflik tidak hanya dirasakan oleh maskapai penerbangan dan pengelola bandara, tetapi juga sektor pendukung seperti hotel, perusahaan penyewaan mobil, hingga industri kapal pesiar.

Baca Juga: Drone Iran Hantam Gedung di Dekat Dubai Creek Harbour

Sejumlah pusat penerbangan utama di kawasan, seperti Dubai, Abu Dhabi, Doha, dan Manama, dilaporkan mengalami penutupan sementara maupun gangguan operasional akibat meningkatnya konflik.

Padahal, bandara-bandara tersebut biasanya melayani sekitar 526.000 penumpang setiap harinya. Gangguan operasional di berbagai titik itu turut memengaruhi konektivitas penerbangan, baik di tingkat regional maupun global.

WTTC menjelaskan bahwa analisis tersebut mengacu pada proyeksi sebelum konflik meningkat. Pada tahun 2026, pengeluaran wisatawan internasional di kawasan Timur Tengah diperkirakan mencapai sekitar 207 miliar dolar AS atau setara Rp3 kuadriliun.

Dengan nilai ekonomi sebesar itu, gangguan terhadap arus perjalanan dinilai dapat memberikan dampak besar terhadap seluruh ekosistem pariwisata di kawasan. Meski demikian, WTTC menilai sektor perjalanan dan pariwisata termasuk industri yang relatif tangguh dalam menghadapi krisis.

Dubai, 1 Maret (Xinhua)  <b>(Antara)</b> Dubai, 1 Maret (Xinhua) (Antara)

Presiden sekaligus CEO WTTC, Gloria Guevara, mengatakan bahwa penurunan pengeluaran wisatawan memang berdampak signifikan secara ekonomi, namun sektor pariwisata memiliki kemampuan untuk pulih dengan cepat.

"Sektor pariwisata adalah sektor yang paling tangguh. Dampak pengeluaran wisatawan internasional di Timur Tengah sangat signifikan dan rata-rata sekitar 600 juta USD per hari, tetapi sejarah menunjukkan bahwa sektor ini dapat pulih dengan cepat, terutama ketika pemerintah mendukung wisatawan melalui dukungan hotel atau repatriasi," ujar Guevara.

Ia menambahkan bahwa pengalaman dari berbagai krisis sebelumnya menunjukkan pemulihan sektor pariwisata pascainsiden keamanan biasanya berlangsung relatif cepat.

Baca Juga: Harga Kaftan Agnez Mo yang Dipakai Saat Bukber di KJRI Dubai Bikin Melongo

"Analisis kami terhadap krisis sebelumnya menunjukkan bahwa insiden terkait keamanan seringkali mengalami waktu pemulihan pariwisata tercepat, dalam beberapa kasus secepat dua bulan, ketika pemerintah dan industri bekerja sama untuk memulihkan kepercayaan wisatawan. WTTC memuji pemerintah yang telah bekerja tanpa lelah dalam beberapa hari terakhir untuk mendukung upaya pemulihan," lanjutnya.

Menurutnya, komunikasi yang jelas serta koordinasi yang kuat antara sektor publik dan swasta menjadi faktor penting dalam memulihkan kepercayaan wisatawan.

"Komunikasi yang jelas, koordinasi yang kuat antara sektor publik dan swasta, serta langkah-langkah yang memperkuat keselamatan dan stabilitas sangat penting untuk membangun kembali kepercayaan dengan para pelancong dan mendukung pemulihan sektor ini," lengkap Guevara.

x|close