Australia Selatan Temukan 7 Kasus Suspek Baru Flu Burung H5N1

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Jul 2026, 18:28
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Produk daging terlihat di supermarket di Canberra, Australia, pada 5 Mei 2026. Tujuh kasus suspek baru flu burung H5N1 dilaporkan di Australia Selatan. Produk daging terlihat di supermarket di Canberra, Australia, pada 5 Mei 2026. Tujuh kasus suspek baru flu burung H5N1 dilaporkan di Australia Selatan. (Antara)

Ntvnews.id, Canberra - Pemerintah Negara Bagian Australia Selatan melaporkan adanya tujuh kasus suspek baru virus flu burung H5N1 pada Senin, 27 Juli 2026. Seluruh kasus tersebut ditemukan pada burung dara laut besar di kawasan Limestone Coast, wilayah tenggara Australia Selatan.

Menteri Industri Primer dan Pembangunan Regional Australia Selatan Clare Scriven mengatakan ketujuh burung tersebut saat ini masih menjalani proses pemeriksaan lanjutan untuk memastikan apakah terinfeksi galur H5N1 yang sangat patogenik.

Menurut Scriven, lima dari tujuh kasus suspek ditemukan di kota yang sama dalam rentang dua hari. Sampel dari seluruh burung telah lebih dulu diperiksa oleh otoritas setempat sebelum dikirim ke Australian Centre for Disease Preparedness untuk menjalani uji konfirmasi guna memastikan ada atau tidaknya penularan lokal.

Baca JugaWaspada! Seorang Anak Tewas Karena Flu Burung

Apabila seluruh kasus tersebut terkonfirmasi positif, jumlah kasus H5N1 di Australia akan meningkat menjadi 27. Galur virus yang sangat patogenik itu pertama kali terdeteksi di daratan utama Australia pada pertengahan Juni 2026.

Kepala Dinas Veteriner Australia Selatan Skye Fruean mengatakan pihaknya akan memperluas pengawasan di sejumlah lokasi yang diperkirakan menjadi habitat spesies burung laut berisiko tinggi membawa virus H5N1, termasuk burung dara laut.

Baca JugaFlu Burung Kembali Merebak di AS, Waspadai Penularan ke Kucing dan Anjing

Sementara itu, Menteri Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia Julie Collins sebelumnya menyampaikan pada Senin, 27 Juli 2026, bahwa hingga kini Australia belum pernah mengalami kematian massal akibat virus H5N1. Ia juga mengatakan belum ditemukan bukti penyebaran galur tersebut pada unggas maupun sistem peternakan di negara itu.

Julie menambahkan risiko virus H5N1 terhadap kesehatan manusia hingga saat ini masih dinilai rendah.

(Sumber: Antara)
 
 
 
x|close