Presiden Jerman Bakal Kunjungi Indonesia 15 Juni

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Jun 2026, 20:44
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 15 Juni mendatang dengan membawa agenda utama memperkuat kerja sama bilateral antara kedua negara. Kunjungan tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan strategis yang telah terjalin antara Indonesia dan Jerman di berbagai bidang.

Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, menegaskan komitmen negaranya untuk terus menjadi mitra jangka panjang Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global di masa depan.

“Kami berkomitmen untuk menjadi mitra jangka panjang dengan Indonesia yang siap mengatasi tantangan masa depan bersama,” ucap Dubes Jerman dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Jerman di Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat, 12 Juni 2026.

“Pesan utama dari kunjungan ini jelas: Jerman adalah mitra yang kuat dan dapat diandalkan bagi Indonesia,” kata Beste, menambahkan.

Menurut Beste, kunjungan Presiden Steinmeier didorong oleh keinginan Jerman untuk mempererat hubungan dengan negara-negara berkembang yang memiliki peran penting di tingkat global, termasuk Indonesia.

Baca Juga: Jepang Kirim Personel Militer ke Misi NATO untuk Ukraina di Jerman

Ia menilai Indonesia sebagai negara terbesar di kawasan Asia Tenggara memiliki posisi strategis dan menjadi mitra penting bagi Jerman dalam memperluas kerja sama di kawasan.

Lebih lanjut, Beste menjelaskan bahwa kunjungan Presiden Steinmeier akan berlangsung selama satu hari. Dalam agenda tersebut, Presiden Jerman dijadwalkan bertemu Presiden RI Prabowo Subianto untuk membahas berbagai isu bilateral dan peluang kerja sama yang dapat dikembangkan kedua negara.

Selain agenda kenegaraan, Steinmeier juga akan mengunjungi Masjid Istiqlal dan Katedral Jakarta dengan melintasi Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan kedua rumah ibadah tersebut. Kunjungan itu menjadi simbol penghormatan terhadap kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Indonesia.

Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste <b>(Antara)</b> Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste (Antara)

Dubes Beste juga mengungkapkan bahwa Presiden Steinmeier akan berdialog dengan kalangan intelektual dan peneliti Indonesia untuk bertukar pandangan mengenai dinamika global yang sedang berkembang.

“Dalam pertemuan itu, mereka akan berdiskusi bagaimana Indonesia melihat perubahan dunia saat ini secara geostrategis,” ucap Dubes Jerman.

Menurut Beste, Jerman memiliki kekuatan sebagai ekonomi terbesar di Eropa dengan sistem hukum yang stabil serta komitmen kuat terhadap pembangunan berkelanjutan dan energi bersih. Oleh karena itu, Presiden Steinmeier akan didampingi delegasi yang terdiri atas pelaku usaha dari berbagai sektor, termasuk logistik, mobilitas, peralatan industri, hingga perwakilan bidang kebudayaan dan ilmu pengetahuan serta teknologi.

Kunjungan tersebut diharapkan membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang ekonomi, investasi, energi hijau, teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia.

Di akhir keterangannya, Beste menyampaikan harapan agar kunjungan Presiden Steinmeier dapat menjadi momentum untuk meningkatkan intensitas hubungan kedua negara, termasuk melalui kunjungan balasan Presiden Prabowo ke Jerman pada masa mendatang.

“Kami berharap agar kunjungan Presiden Jerman kali ini dapat dibalas di kemudian hari," demikian Dubes Beste.

x|close