Profil Chatib Basri, Ekonom Senior yang Dipanggil Prabowo ke Istana

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jun 2026, 16:24
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Chatib Basri Chatib Basri (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Nama Muhamad Chatib Basri kembali menjadi perhatian publik setelah ia terlihat mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, Selasa, 9 Juni 2026. Keduanya tiba di kompleks Istana sekitar pukul 15.30 WIB.

Kehadiran Chatib di Istana berlangsung di tengah menguatnya spekulasi mengenai kemungkinan Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih, khususnya di sektor ekonomi.

Di tengah isu tersebut, nama Chatib kembali disebut-sebut dalam bursa calon Menteri Keuangan. Namun, ia menanggapi kabar itu dengan singkat.

"Saya enggak tahu," kata Chatib Basri saat dimintai tanggapan mengenai isu yang menyebut dirinya akan bergabung dalam Kabinet Merah Putih.

Baca Juga: Viral Paspor Berserakan di BSD, Polisi dan Imigrasi Lakukan Penelusuran

Ia menegaskan bahwa kedatangannya ke Istana semata untuk memenuhi agenda pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto.

"Mau bertemu kan. Iya (dengan Presiden Prabowo)," ucapnya.

Sosok Ekonom yang Pernah Memimpin Kementerian Keuangan

Muhamad Chatib Basri merupakan ekonom senior Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia lahir di Jakarta pada 22 Agustus 1965 dan menempuh pendidikan ekonomi di Universitas Indonesia, sebelum melanjutkan studi magister dan doktoral di Australian National University, Australia.

Sebelum masuk ke kabinet, Chatib dikenal sebagai akademisi dan ekonom dengan fokus pada perdagangan internasional, makroekonomi, serta ekonomi politik. Pengalaman tersebut membuatnya kerap terlibat dalam berbagai forum kebijakan ekonomi nasional.

Kariernya di pemerintahan dimulai melalui sejumlah posisi strategis, termasuk Deputi Menteri Keuangan untuk forum G20, Sherpa Presiden Indonesia dalam pertemuan G20, serta Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional.

Baca Juga: Pemprov DKI Masih Finalisasi Teknis Soal 2.843 Lowongan Kerja Padat Karya

Ia kemudian diangkat menjadi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 2012, yang menjadi salah satu titik penting dalam kiprahnya di pemerintahan. Di posisi tersebut, ia berperan dalam mendorong masuknya investasi ke Indonesia.

Pada 21 Mei 2013, Chatib dipercaya menjadi Menteri Keuangan menggantikan Agus Martowardojo yang saat itu menjabat Gubernur Bank Indonesia.

Selama menjabat Menteri Keuangan periode 2013–2014, ia menghadapi tekanan ekonomi global yang cukup berat, termasuk fenomena taper tantrum yang memicu keluarnya arus modal dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Dalam periode tersebut, ia dikenal berupaya menjaga stabilitas fiskal dan kepercayaan pasar.

Aktivitas Internasional dan Peran Akademik

Setelah tidak lagi berada di kabinet, Chatib Basri melanjutkan kiprahnya di tingkat internasional. Ia pernah menjadi Senior Fellow di Harvard Kennedy School serta Visiting Scholar di Harvard Center for International Development.

Ia juga aktif sebagai profesor tamu di berbagai universitas serta menjadi bagian dari sejumlah dewan penasihat internasional, termasuk Dewan Penasihat Gender dan Pembangunan World Bank.

Saat ini, ia masih mengajar di Departemen Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia. Di tingkat global, ia juga terlibat dalam berbagai forum internasional, termasuk sebagai Co-Chair Pandemic Fund yang didukung World Bank dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

x|close