Ntvnews.id, Moskow - Pemerintah Afghanistan menuduh Angkatan Udara Pakistan melancarkan serangan udara pada malam hari yang menargetkan fasilitas bahan bakar milik maskapai swasta Kam Air di sekitar Bandara Kandahar, Afghanistan selatan.
Juru bicara pemimpin tertinggi Afghanistan, Zabihullah Mujahid, mengatakan serangan tersebut menyasar tangki bahan bakar yang digunakan maskapai sipil.
“Rezim militer Pakistan menyerang tangki bahan bakar milik maskapai swasta Kam Air di dekat bandara Kandahar,” tulis Mujahid di platform media sosial X, dikutip Jumat, 13 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa fasilitas bahan bakar tersebut juga digunakan untuk mendukung operasional penerbangan sipil dan pesawat milik Perserikatan Bangsa-Bangsa.
“Kam Air memasok bahan bakar untuk maskapai sipil dan pesawat Perserikatan Bangsa Bangsa,” ucap juru bicara tersebut.
Baca Juga: Prabowo dan Pemimpin Pakistan Direncanakan ke Teheran Iran untuk Redam Ketegangan Timur Tengah
Selain itu, menurut Mujahid, serangan udara juga mengenai fasilitas bahan bakar lain milik seorang pengusaha lokal.
“Sebuah tangki bahan bakar milik pengusaha nasional Haji Khanzadeh juga terkena serangan Angkatan Udara Pakistan,” tambahnya.
Ia menyebut sejumlah wilayah di Afghanistan turut mengalami serangan pada malam hari, termasuk Kabul, Kandahar, Paktia, dan Paktika. Serangan tersebut, kata Mujahid, mengakibatkan korban sipil dalam jumlah besar.
Pemerintah di Kabul pun mengecam keras tindakan tersebut.
“Tindakan barbar rezim Pakistan di hari-hari terakhir bulan suci Ramadan adalah tidak manusiawi dan akan menghadapi konsekuensi,” ucap juru bicara tersebut.
Baca Juga: Afghanistan Tawarkan Dialog Damai ke Pakistan di Tengah Perang
Ketegangan antara kedua negara meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Pekan lalu, Pakistan dilaporkan melancarkan serangan udara terhadap lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian militan di provinsi Nangarhar dan Paktika.
Pihak berwenang Afghanistan menyatakan serangan tersebut menewaskan serta melukai puluhan warga sipil.
Sebagai respons atas serangan itu, pada 26 Februari 2026 Afghanistan meluncurkan operasi militer terhadap sejumlah pangkalan Pakistan di sepanjang Garis Durand, wilayah perbatasan yang tidak diakui Kabul sebagai batas resmi antara kedua negara.
Menanggapi langkah tersebut, Pakistan kemudian mengumumkan dimulainya Operasi Ghazab lil Haq sebagai balasan atas apa yang mereka sebut sebagai “penembakan tanpa provokasi” oleh Afghanistan di beberapa sektor perbatasan.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Pesawat jet tempur. ANTARA/Anadolu (Antara)