Infografik: Rupiah Tetap Stabil di Tengah Konflik Timur Tengah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mar 2026, 15:00
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS relatif bergerak stabil di tengah sentimen konflik geopolitik di Timur Tengah. Fluktuasinya juga tergolong moderat dibandingkan mata uang negara lain di kawasan. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS relatif bergerak stabil di tengah sentimen konflik geopolitik di Timur Tengah. Fluktuasinya juga tergolong moderat dibandingkan mata uang negara lain di kawasan. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat relatif stabil di tengah meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Stabilitas tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia meskipun konflik global kerap memicu tekanan terhadap pasar keuangan dan mata uang negara berkembang.

Data Bank Indonesia mencatat fluktuasi nilai tukar rupiah sepanjang awal Maret 2026 masih berada dalam rentang yang moderat.

Pada 2 Maret, rupiah berada di level Rp16.848 per dolar AS, kemudian bergerak menjadi Rp16.870 pada 3 Maret dan Rp16.911 pada 4 Maret.

Nilai tukar selanjutnya tercatat Rp16.886 pada 5 Maret, Rp16.919 pada 6 Maret, dan Rp16.974 pada 9 Maret sebelum kembali menguat ke Rp16.879 pada 10 Maret dan Rp16.867 per dolar AS pada 11 Maret.

Baca Juga: Menkeu Beberkan Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah: Kita Masih Aman

Pergerakan tersebut menunjukkan rupiah hanya melemah sekitar 0,1 persen dibandingkan awal eskalasi konflik.

Kondisi ini dinilai lebih stabil dibandingkan beberapa mata uang di kawasan Asia yang mengalami pelemahan lebih besar terhadap dolar AS, seperti won Korea Selatan, baht Thailand, peso Filipina, ringgit Malaysia, hingga dolar Singapura.

Stabilitas rupiah ditopang sejumlah faktor fundamental ekonomi nasional.

Di antaranya kinerja sektor manufaktur yang mencapai level 53,8 pada Februari 2026 atau tertinggi dalam dua tahun terakhir.

Selain itu, likuiditas dan stabilitas pasar valuta asing juga terjaga melalui berbagai kebijakan moneter, termasuk pembelian surat berharga negara di pasar sekunder.

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Dekati Rp17.000, Bank Indonesia Perkuat Langkah Stabilitas

Faktor lain yang turut memperkuat ketahanan rupiah adalah neraca perdagangan Indonesia yang mencatat surplus selama 69 bulan berturut-turut serta cadangan devisa yang mencapai 151,9 miliar dolar AS pada Februari 2026.

Kondisi tersebut dinilai mampu menjaga kepercayaan investor, menekan risiko inflasi terutama pada sektor energi dan pangan, serta memberikan kepastian bagi dunia usaha dan perdagangan di tengah ketidakpastian global.

Berikut Infografiknya:

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS relatif bergerak stabil di tengah sentimen konflik geopolitik di Timur Tengah. Fluktuasinya juga tergolong moderat dibandingkan mata uang negara lain di kawasan. <b>(Antara)</b> Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS relatif bergerak stabil di tengah sentimen konflik geopolitik di Timur Tengah. Fluktuasinya juga tergolong moderat dibandingkan mata uang negara lain di kawasan. (Antara)

x|close