Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menanggapi kabar mengenai potensi serangan drone dari militer Iran yang disebut-sebut dapat menargetkan wilayah California dan kawasan lain di AS. Trump menyatakan dirinya tidak merasa khawatir dengan informasi tersebut.
"Saya tidak khawatir tentang itu, karena jika Anda khawatir, Anda tidak akan bisa berfungsi," kata Trump kepada The Brian Kilmeade Show di Fox Radio dilansir dari CNN International, Sabtu, 14 Maret 2026.
Trump menegaskan bahwa dirinya tidak terlalu memikirkan laporan ancaman serangan dari Iran ke wilayah Amerika Serikat. Ia menyebut sistem pertahanan negaranya telah berada dalam kondisi siaga untuk menghadapi berbagai kemungkinan ancaman.
"Anda harus melakukan sesuatu dan kami mengawasi semuanya pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Negara kita belum pernah diawasi seperti ini," ujar Trump.
Baca Juga: Trump Klaim AS Sepenuhnya Menghancurkan Iran
Isu mengenai ancaman drone Iran ke wilayah California pertama kali muncul dari sebuah memo Federal Bureau of Investigation (FBI) yang dipublikasikan oleh salah satu media. Memo tersebut berisi peringatan mengenai potensi ancaman drone Iran di kawasan Pantai Barat AS.
Saat ditanya apakah memo tersebut telah sampai ke mejanya, Trump justru menyindir Gubernur California, Gavin Newsom, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai validitas ancaman tersebut.
"Pertama kali kami mendengarnya dari Gavin Newscum," kata Trump, menggunakan julukan yang kerap ia lontarkan kepada Newsom.
Foto dokumentasi 9 Oktober 2023 ini memperlihatkan Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat. ANTARA/Xinhua/Liu Jie (Antara)
Sebelumnya, Gedung Putih juga telah memberikan tanggapan terhadap laporan media yang menyebut FBI mengeluarkan peringatan mengenai potensi ancaman drone Iran di Pantai Barat AS. Pemerintah menegaskan bahwa tidak ada ancaman semacam itu terhadap wilayah Amerika Serikat.
"Untuk memperjelas: Tidak ada ancaman semacam itu dari Iran terhadap wilayah kita, dan tidak pernah ada," tegas Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, melalui pernyataan di media sosial X.
Leavitt pada Kamis, 12 Maret 2026, juga membantah laporan media AS yang menyebut Teheran berencana melakukan serangan balasan dengan menargetkan wilayah Pantai Barat menggunakan drone.
Ia turut mengkritik laporan dari ABC News yang menyebut FBI telah memperingatkan sejumlah kepolisian di California mengenai potensi ancaman tersebut. Menurutnya, laporan tersebut hanya didasarkan pada satu email kepada aparat penegak hukum setempat yang memuat informasi yang belum diverifikasi.
Leavitt menegaskan bahwa email tersebut secara jelas menyatakan informasi yang disampaikan berasal dari intelijen yang belum terverifikasi, namun detail itu tidak dicantumkan dalam laporan media.
"Unggahan dan berita ini harus segera ditarik kembali oleh ABC News karena memberikan informasi palsu untuk secara sengaja menimbulkan kekhawatiran bagi rakyat Amerika," sebut Leavitt.
Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py (Antara)